Menu

Pemprov Sulut Sigap dan Tanggap Sediakan Lahan Pekuburan Jenazah Covid-19

  Dibaca : 131 kali
Pemprov Sulut Sigap dan Tanggap Sediakan Lahan Pekuburan Jenazah Covid-19

indoBRITA, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw tetap optimis terkait penyediaan atas lahan pekuburan jenazah Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Sulut Christiano Talumepa melalui Kepala Bidang Komunikasi Informatika Ivonne Kawatu, mengatakan terkait pengadaan lahan pekuburan jenazah Covid-19, walaupun terjadi penolakan oleh sebagian warga di Kabupaten Minut, Kecamatan Wori, tapi gubernur masih berharap agar warga ada kepekaan hati, mampu melihat dengan mata iman, untuk melapangkan dada membuka diri demi kemanusiaan.

Menurut Kawatu, masyarakat haruslah memakai akal sehatl dalam menghadapi pandemi saat ini. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan, kalaupun ada kajian yang mendasar sehingga menjadikan alasan penolakan, silahkan saja berargumen.

“Hal yang biasa ketika ada pertentangan seperti ini, pro dan kontra, asalkan jangan ada ricuh di sana atau ada selipan kata  yang tidak sepantasnya diucapkan,” ujar Kawatu di Manado, Senin (4/5/2020).

Lebih jauh dikatakannya, kebijakan Pemprov Sulut menetapkan lokasi pekuburan di Kecamatan Wori, tentu berpijak pada aturan yang ada, termasuk juga telah memikirkan dampak dan kenyamanan warga sekitar bukan tidak.

“Pemerintah Provinsi Sulut berharap ketika ada kejadian seperti ini, pemerintah setempat pun, haruslah menjembatani, jangan ada egoistis pribadi, sehingga bukannya meredam tapi lebih memperkeruh  keadaan, kita dalam situasi sulit, sedang bergumul, kepala harus dingin tanpa emosi dan ciptakan selalu keademan bukan kekacauan,” terangnya.

Hal ini dikarenakan, baik Pemprov Sulut dan maupun pemkab/pemkot, sama-sama sedang memperjuangkan keberadaan yang tertimpah akibat Virus Corona.

“Untuk pencapaian tujuan, tentu sangat diperlukan koordinasi, sinergitas dan kolaborasi. Dengan tetap lestarikan pribahasa “sitou timou tumou tou” dan bekerja secara gotong royong atau mapalus,” tutur Kawatu.

Ia pun menekankan agar menghilangkan stigma dari penderita Covid-19. Seolah-olah yang terkena menjadi aib, men-just apalagi menolak penguburan jenazah, mereka telah menderita jangan ditambah lagi penderitaan yang lebih menyakitkan, menolak apalagi di kampung halaman sendiri.

“Sangat miris tentu dan alasan inilah sehingga pemerintah provinsi Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw, dengan sigap dan tanggap menggelorakan semangat kepada kabupaten/kota untuk menyediakan lahan milik pemerintah setempat menjadikan pekuburan jenazah sehingga ketika terjadi penolakan, sudah ada langkah yang tepat, menampung di lahan yang sudah disiapkan,” tuturnya.

Adapun tiga kepala daerah di Sulut yaitu Bupati Minahasa Roy Roring menyediakan lahan pekuburan di Kalasey Kecamatan Mandolang, Walikota Manado Vecky Lumentut menyediakan di Kaiwatu Kecamatan Kairagi dan Walikota Tomohon Jimmy Eman juga menyediakannya di Tomohon. Ini peruntukkannya bukan hanya  warganya saja, tapi bagi mereka yang pemakamannya  ditolak.

“Pemprov sangat apresiasi kebesaran hati dari ketiga kabupaten/kota ini, dan mengajak kepada pemerintah kabupaten/kota lainnya mencontoh hal serupa, dan  kepada masyarakat agar mendukung kebijakan yang sudah diambil oleh kabupaten/kota masing-masing,” imbuhnya.

Ia pun berharap untuk tidak ada penolakan lagi terhadap penguburan jenazah, karena pasti menyakitkan bagi keluarga yang teralami. Ibarat sudah  jatuh tertimpa tangga pula. Sadarkah, hal serupa juga dapat terjadi kepada keluarga kita?

“Hatilah yang berbicara dan pulihkan dunia dengan memberlakukan himbauan pemerintah jaga jarak, di rumah saja, cuci tangan pakai sabun, pakai masker ketika di luar rumah dan tidak mudik,” pungkas Kawatu.(sco)

Baca juga:  Gubernur Olly Siap Beli Cengkeh Petani Sulut
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional