Jangan di Medsos, Maisiouw Sarankan Warga Bertanya ke Pemdes Terkait Penyaluran Bantuan

  • Whatsapp
Camat Langowan Timur Jefrrey Maisiouw (kiri) dan Sekcam HW Tampi (Foto: Greinny/MMC)

indoBRITA, Langowan-Penyaluran bantuan penanggulan coronavirus disease 2019 atau covid-19 menuai beragam tanggapan. Sebagian warga menilai bantuan sudah tepat sasaran. Namun yang lain menyudutkan pemerintah.

Kelompok kedua ini kerap berkoar di media sosial atau medsos.  Mereka menggiringan opini soal ketidakberesan dalam penyaluran bantuan.

Bacaan Lainnya

Camat Langowan Timur, Jeffry Maisiow SPt rupanya mengikuti ‘penggiringan’ opini itu juga. Menurut dia itu hak setiap warga menyampaikan pendapatnya.

Hanya saja, ia mengimbau masyarakat Langowan Timur untuk bijak menggunakan medsos. “Jika ada yang kurang atau belum dimengerti terkait penyaluran bantuan, sebaiknya bertanya kepada pemerintah desa (Pemdes) yang ada,” kata Jeffrey kepada wartawan di Langowan, Selasa (5/5/2020) malam.

Berkoar di medsos menurut dia bisa memperkeruh suasana. “Jangan menyalurkan kesalahan di medsos,” ucapnya.

Seorang pemimpin menurut dia tidak ingin melihat masyarakatnya menderita. “Pemimpin selalu punya solusi. Makanya masyarakat harus tahu, pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat berjuang sendiri selama pandemi ini,” ungkapnya.

Baca juga:  Terjadi Penurunan Kasus Covid-19, Pandeirot Harap Unsur Terkait Terus Berkoordinasi Dengan Baik

 

Jeffrey menyebut pihaknya sudah melakukan yang terbaik dalam penanggulan covid-19.  Ia tak menyangkal adanya perubahan data. Misalnya ada data ganda atau warga yang sudah meninggal, tapi masih terdata. “Seperti ini harus diperbaiki,” dia menegaskan.

Saat ini, lanjut dia, data penerima bantuan masih sementara diverifikasi. “Kalau sudah rampung dibawa ke kabupaten.  Untuk Langowan Timur, penerima BLT terdata 930 orang. Tapi, bisa saja ada perubahan,” ucapnya.

Ia mengaku dalam setiap pemberian bantuan pasti ada yang senang dan ada yang protes, ada yang merasa tidak puas dengan penyaluran bantuan. “Tapi jujur, pemerintah Kecamatan Langowan Timur telah meneliti data dari masyarakat yang menerima bantuan dan itu sudah sesuai prosedural,” tukasnya.

Jeffery pun mengimbau kepada seluruh hukum tua atau pemerintah desa yang ada untuk bersikap arif dan bijaksana.

“Bekerjalah untuk masyarakat karena masyarakat yang memilih anda. Hukumtua harus adi panutan di tengah masyarakat. Ingat salah menyalurkan bantuan bisa berhadapan dengan hukum,” Jeffery mengingatkan.

Baca juga:  Pemkot Tomohon Ajak Masyarakat Terus Pacuh Tangani Covid-19

Secara khusus ia mengapresiasi individu atau kelompok yang tergerak hati membantu masyarakat. Ia mencontohkan bantuan dari Keluarga Laluyan Tuerah dan sejumlah legislator. Ia juga bersyukur karena banyak warga yang memiliki kesadaran tinggi. “Di Desa Teep misalnya ada yang menolak bantuan dari pemerintah. Dia mengalihkan bantuan itu kepada orang yang lebih berhak,” ujarnya.

Jeffrey berharap warga tetap disiplin mengikuti protap kesehatan. “Pakai masker kalau keluar dan tetap jaga jarak,: imbuhnya.

Seperti diketahui, Kecamatan Langowan adalah yang pertama memiliki bilik penyemprotan disinfektan. Sudah selama dua bulan pamdemi Covid-19, di setiap kantor dan desa memiliki bilik penyemprotan disinfektan, juga di tempat umum seperti pasar dan kantor polisi.

Ditemui terpisah Sekretaris Kecamatan(Sekcam) Langowan Timur, Ronald. HW, Tampi mempertegas jika penanganan covid-19 sudah sesuai dengan prosedural. “Penyaluran bantuan berdasarkan musyawarah desa yang melibatkan tokoh-tokoh agama, BPD serta semua pihak yang terkait,” ujarnya. (*/hrs)

 

 

 

 

Pos terkait