Menu

Pomantow Cs Apresiasi SKPD, Tapi Pertanyakan DKP yang Tidak Laksanakan Tender DAK

  Dibaca : 32 kali
Pomantow Cs Apresiasi SKPD, Tapi Pertanyakan DKP yang Tidak Laksanakan Tender DAK
Pomantow Cs Apresiasi SKPD, Tapi Pertanyakan DKP yang Tidak Laksanakan Tender DAK

indoBRITA, Amurang – Pembahasan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2019 mendapat apresiasi oleh sejumlah anggota DPRD Minsel periode 2019-2024. Bahkan, soal kehadiran perangkat daerah masing-masing kepala dinas dan kepala bidang di SKPD sesuai jadwal lengkap. Juga, para asisten bupati dan kepala bagian di sekretariat daerah juga hadir.

‘’Kami sangat apresiasi atas kehadiran para kepala SKPD dilingkungan Pemkab Minsel sesuai jadwal dalam pembahasan LKPJ Bupati tahun anggaran 2019. Hanya saja, selain mendapat apresiasi, kami juga ikut menyeroti terkait Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dimana ada anggaran DAK tetapi terjadi masalah kecil,’’ujar Verke Pomantow dari Fraksi PDIP.

Baca juga:  VCO adalah Obat Pencegahan Virus, Umpel : Konsumsi 3x1 Setiap Hari

Kata srikandi PDIP tersebut mempertanyakan DKP.   DAK tahun 2019 yaitu Program Pengembangan Perikanan Tangkap senilai Rp 1.152.000.000. juga, kegiatan pendampingan pada kelompok nelayan sebesar Rp 1.127.000.000.

‘’Dimana, program kegiatan yang diperuntukan pengadaan alat-alat tangkap ikan untuk nelayan termasuk di dalamnya bantuan ketinting. Pasalnya, anggaran berjumlah Rp 2.279.000.000 dalam buku LKPJ untuk anggaran terealisasi 13,8 % dan 12 % dan untuk program kegiatan tidak terealisasi. Hanya karena kelalaian dari SKPD terkait dengan alasan terkendala proses tender. Sehingga batas waktu yang ditentukan (Juli 2019) dana akhirnya ditarik oleh pusat,’’ungkapnya.

Ditambahkannya lagi, ini sangat disayangkan. Anggaran yang diberikan pusat kepada DKP untuk membantu nelayan Minsel akhirnya tidak dilaksanakan alias ditarik pusat. Padahal, keluhan nelayan Minsel akhirnya kami terima dan kamipun membahasanya.

Baca juga:  Polres Minsel Laksanakan KRYD Malam Minggu, Gelar Razia dan Patroli

‘’Sebagai wakil rakyat, tentunya mempertanyakan soal kenapa anggaran sebesar itu tidak ditender,’’tegas srikandi dua periode ini.

Akibat nelayan tak terima bantuan alat tangkap ikan. Padahal proposal dan informasi dari DKP telah diketahui nelayan Minsel.

‘’Sebagai nelayan, mereka sangat membutuhkan alat penunjang untuk tankap ikan dalam memenuhi kebutihan sebagai nelayan. Catatan kedepan, semoga SKPD dapat meningkatkan kinerja dan lebih proaktif lagi dalam pelayanan pada masyarakat,’’ingatnya lagi. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional