Soal Ganti Rugi Lahan Tol, Ahli Waris Keluarga Naftali Panggili Minta Keadilan

perwakilan ahli waris Naftali Panggili di lokasi lahan mereka yang telah digusur untuk pembuatan jalan Tol.(foto: Ist)

indoBRITA, Bitung— Keluarga ahli waris Naftali Panggili yang memiliki sebidang lahan di Kelurahan Kakenturan Satu Lingkungan IV Kecamatan Maesa mempertanyakan transparansi ganti rugi lahan mereka yang terkena pembebasan lahan tol Manado-Bitung.

“Sejak awal, kami sebagai ahli waris sah pemilik lahan di Kelurahan Kakenturan Satu Lingkungan IV RT015 Kecamatan Maesa tidak pernah dilibatkan dengan negosiasi harga apalagi mengetahui nilai harga lahan tersebut,” ujar Hendra Tatoda, perwakilan ahli waris Keluarga Naftali Panggili yang dikonfirmasi, Senin (11/5/2020).

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Pra-TMMD di Bitung, Sejumlah Personil Dan Alat Berat Mulai Disiapkan

Parahnya lagi menurut Tatoda, pihak ahli waris justru kaget ketika sebidang tanah tersebut mendadak berubah kepemilikannya kepada orang lain bahkan terbit sertifikat atas nama orang lain.

“Opa (kakek) saya awalnya menampung oma Telma Salikara dan suaminya setelah gempa di Sangihe dan diminta tinggal di tanah milik keluarga tersebut sekaligus menggarap, tidak lebih, makanya kami keluarga kaget ketika terbit surat keterangan dari Lurah yang menyatakan bahwa tanah tersebut bukan lagi milik kami, ini aneh,” ujarnya geram.

Atas persoalan ini, sebenarnya menurut Tatoda, pihak keluarga juga sudah berupaya mencari solusi jalan damai namun beberapa pihak yang dimintai klarifikasi oleh pihak keluarga enggan berbicara lebih apalagi, lokasi lahan mereka sekarang ini justru telah digusur oleh kontraktor jalan Tol Manado-Bitung.

Baca juga:  Waspada Aksi Penipuan Modus Sewa Mobil

“Karena persoalan ini tidak menemui titik temu, kami sempat ke lokasi lahan yang telah digusur dan menanam patok, sekaligus menempuh proses hukum,” tutupnya.(yet)

 

Pos terkait