Walikota Bitung Pantau Penyaluran Bansos di Lima Kelurahan

  • Whatsapp
Monitoring penyaluran bansos oleh walikota Bitung.(ist)

indoBRITA, Bitung-Wali Kota Bitung Max J Lomban mendatangi beberapa kelurahan yang ada di Kota Bitung guna memastikan penyaluran Bantuan sosial (Bansos) dalam penanggulangan dampak Covid-19 benar-benar terealisasi, Selasa (19/5/2020).

Lomban juga menyerahkan secara langsung Bansos tersebut kepada sejumlah perwakilan masyarakat penerima. Sembari memastikan jenis dan jumlah Bansos yang disalurkan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali kota Bitung ini juga sempat berbincang-bincang dengan para penerima Bansos terkait keadaan yang dialami masyarakat ditengah-tengah Pandemi covid-19.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Nafiri Youth Cup Futsal Kembali Bergulir

Kepada para lurah yang ada di setiap kelurahan yang didatangi Lomban, dirinya memintah agar sesegara mungkin menyalurkan Bansos tersebut. “Saya minta ini segera disalurkan kepada masyarakat. Jangan ada pemotongan,” ujar Lomban.

Diketahui Bansos Pemerintah Kota Bitung setiap paketnya, terdiri dari Beras 10 kg, Mie Instan 1 Dos dan Ikan kaleng 10 kaleng.

Lomban juga mengapresiasi pihak TNI/Polri melalui Babinsa dan Babinkamtibmas yang juga turut bersama-sama dengan pemerintah kelurahan dalam penyaluran Bansos tersebut.

“Tetap semangat dalam bekerja,” tutur Lomban sembari mengingatkan kepada semua untuk selalu menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun, pakai masker dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca juga:  APD For Indonesia Bandung Gandeng PMI Bitung Serahkan Bantuan ke Tiga Rumah Sakit dan Puskesmas

Adapun setiap kelurahan yang disambangi Wali kota Bitung yaitu Kelurahan Girian Indah, Kelurahan Girian Weru Dua, Kelurahan Girian Atas, Kelurahan Girian Weru Satu dan Kelurahan Bitung Barat Satu.

Lurah Girian Indah Lientje Sanger mengatakan, untuk Tahap pertama sebanyak 233 paket, tambahan 18 total 251, tahap ke dua 690 paket.

Diana Pandelaki sekretaris Kelurahan Bitung Barat Satu menjelaskan penyaluran tahap pertama sebanyak 224 paket dan tahap kedua sebanyak 636 paket.

“Ada revisi data seperti ada keluarga yang tercover di PKH, data ganda, meninggal dan lainnya,” tutup Pandelaki.(yet)

Pos terkait