Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang, BPBD Bitung Sebut 35.726 Paket Bantuan Sembako Telah Terdistribusi

Press Conference Update Gugus Tugas penanggulangan COvid-19 Bitung.(foto : Yefta)

indoBRITA, Bitung- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bitung telah mendistribusikan 35.726 paket bantuan sembako ke 69 Kelurahan.

Hal ini diutarakan Kalakhar BPBD Bitung Ruddy Wongkar didampingi Jubir Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Bitung Frangky Ladi dan Kadis Kesehatan Jeaneste Watuna di pendopo kantor Walikota Bitung, Rabu (27/5/2020).

Bacaan Lainnya

Kendati demikian, Wongkar menyebut, masih ada laporan dari Kelurahan yang menyebutkan bahwa ada keluarga yang belum menerima.

Baca juga:  Tutup Diksar Integrasi, Kapolri Tegaskan Sinergitas TNI-Polri Kunci Sukses Hadapi Berbagai Ancaman

“Laporan yang masuk dari sejumlah Lurah masih ada keluarga yang belum menerima dan itu segera akan didistribusikan,” sebutnya.

Paket bantuan Sembako ini, lanjut Wongkar akan terus didistribusi sepanjang data dari Lurah masuk dan terverifikasi.

“Hanya saja, ada data yang dimasukan oleh Lurah kepada kami setelah di crosscek kembali di lapangan ternyata yang bersangkutan sudah menerima, olehnya kita verifikasi lagi agar tidak ada keluarga yang mendapatkan bantuan ganda,” imbuhnya.

Terkait status Darurat Bencana sendiri, Wongkar menyebut, Gugus Tugas Percepatanan Penanganan COVID-19 atau GTPPC19 telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Status Keadaan Darurat Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional.

Baca juga:  Pasang Kuda-kuda, 4 Juni PKPI Bitung Buka Pendaftaran Bacaleg

Surat edaran ini menjelaskan status keadaan darurat yang masih diberlakukan oleh Presiden Joko Widodo terhadap pandemi COVID-19. Meskipun status Keadaan Tertentu Darurat Bencana yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berakhir pada 29 Mei 2020, status keadaan darurat masih diberlakukan. Ini disebabkan pada peraturan yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai Penetapan Status Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional belum berakhir.(yet)

 

Pos terkait