Menu

Aktivis Lingkungan Hidup Kritisi Pemanfaatan ‘Batu Karang’ pada Proyek EFH di Likupang

  Dibaca : 85 kali
Aktivis Lingkungan Hidup Kritisi Pemanfaatan ‘Batu Karang’ pada Proyek EFH di Likupang
Pembangunan Eco Family Hotel didukung banyak kalangan (Foto: MMC)

Likupang, indoBRITA-Sulawesi Utara (Sulut) bakal ketambahan satu hotel bintang lima lagi. Namanya Eco Family Hotel (EFH). Lokasinya di Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara (Minut).

Pembangunan hotel berkapasitas 325 kamar dan 15 lantai ini sedang berlangsung di atas lahan 200 hektar dengan total investasi Rp1 triliun. Pembangunan ini tentu layak disyukuri sebab akan semakin menjadikan Sulut sebagai poros wisata nasional.

Pembangunan jalan yang ditengarai menggunakan batu atau terumbu karang (Foto: MMC)

Meski demikian, pengerjaannnya perlu juga disoroti. Maklum, sejumlah aktivis merasa konsep eco green atau pelestarian lingkungan hidup yang digembar-gemborkan pengembang di awal tak sesuai kenyataan.

“Pembangunan Eco Family Hotel dan Resort perlu didukung dalam  menggairahkan sektor pariwisata dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sulut. Tapi kalau ada yang menurut kami juga keliru, maka perlu dikritisi,” kata Mejkel Leila, Ketua Gerakan Cinta Bahari (GCB) Sulut kepada wartawan di Airmadidi, Senin (8/5/2020).

Pria yang pernah menjadi pembantu rektor bidang kemahasiswaan pada salah satu  perguruan tinggi swasta  ternama di Sulut mengaku sempat ke lokasi dan melihat pengerjaan proyek ini. “Ada penggunaan batu karang untuk menimbun jalan. Ini menurut saya sudah keliru,” ucapnya.

Baca juga:  Wow...! Minut Satu-satunya di Sulut Lakukan Penghapusan DPT Ganda Terbanyak

Pasal 35 Undang-Undang No 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil menurut Mejkel sangat tegas melarang kegiatan pemanfaatan sumber daya pesisir atau wilayah pesisir seperti pengambilan terumbu karang.

Pengangkutan material jalan dengan kendaraan truk yang ditengarai melebihi kapasitas (Foto: MMC)

“Jika ada yang memanfaatkan terumbu karang sesuai dengan UU RI No 27 Tahun 2007 Bab XVII,  maka yang bersangkutan  akan diganjar pidana penjara minimal dua tahun dan maksimal 10 tahun, dan pidana denda minimal Rp 2 miliar dan maksimal Rp 10 miliar,” Mejkel memaparkan.

Terumbu karang memang harus dilestarikan karena memengaruhi kondisi lingkungan. “Terumbu karang itu berfungsi sebagai penjaga garis pantai dan daratan tetap terlindungi dari erosi dan abrasi. Terumbu karang juga berfungsi sebagai pemecah ombak dan gelombang laut sehingga memberikan perlindungan yang substansial terhadap bencana alam dengan mengurangi energi gelombang,” Mejkel menguraikan.

Tak hanya itu, terumbu memiliki nilai biologis dan ekonomis yang tak kalah penting. “Terumbu karang ini menjadi tempat pemijahan ikan dan hewan laut. Jika dijaga dengan baik, ikan yang berada di situ akan semakin banyak,” imbuhnya.

Baca juga:  Gelar Konsolidasi, Perindo Minsel Berjuang Untuk Kepentingan Rakyat

Ia berharap siapapun tidak menggunakan batu dan terumbu karang untuk suatu proyek karena bisa mengancam kelestarian lingkungan hidup. “Terumbu karang harus kita jaga kelestariannya,” ungkapnya.

Mejkel juga melihat kendaraan yang mengangkut material proyek merusak jalan.“Sepertinya kontraktor tak memperhitungkan volume jalan dan volume kendaraan. Jalan umum yang dilalui justru bisa rusak,” ucapnya.

Sementara Franky Bukarakombang dari LSM Pesisir Sulut melihat sebagian hutan bakau di sekitar lokasi proyek punah. “Hati-hati dalam pengerjaan proyek. Bakau itu harus dirawat kelestariannya,” ujarnya.

Franky juga memperoleh data jika solar yang digunakan bukan jenis industri. “Kami akan melakukan pengawasan dengan baik agar justru tidak merusak lingkungan dan warga sekitar,” katanya.

Informasi yang diperoleh media pembangunan Eco Family Hotel dikerjakan oleh PT Mitra Konstruksi sebagai kontraktor utama. Sayang General Manager PT Mitra Konstruksi Afif Fahrurrozi yang dihubungi via telepon tak memberikan komentarnya. Ia juga tak membalas pertanyaan yang diajukan sebagai upaya konfirmasi berita melalui layanan whatsapp. (*/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional