Walikota Tomohon Pimpin Rapat PMR

Rapat virtual Walikota Tomohon (foto:ist)

indoBRITA, Tomohon – Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman memimpin rapat Pemutusan Mata Rantai (PMR) Penyebaran Covid-19, Senin (13/7/2020) dari kediamannya Via Video Conference.

Eman di kesempatan itu mengungkapkan, saat ini telah terjadi tingkat penularan yang sangat tinggi hingga Kota Tomohon masuk dalam zona merah, hal ini tentu harus diwaspadai, oleh karena itu Pemerintah mengambil langkah-langkah tegas dan bijak dalam rencana memutus mata rantai Covid-19 karena virus ini belum ada vaksinnya. “Untuk itu, jangan hanya Lurah saja yang bergerak tetapi sampai dengan pejabat eselon dua harus proaktif, ini tentu memerlukan tindakan yang dilakukan bersama, sehingga diminggu yang berjalan ini kita akan melakukan aksi, dan tentunya recana aksi harus ada protap yang resmi dan konkrit agar dari Kelurahan, Kecamatan dan pemerintah Kota Tomohon satu arahan atau satu suara dalam Percepatan dan Penanganan Covid 19 ini,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Aksi yang akan segera kita laksanakan diantaranya Pasar akan dibersihkan dan di semprot desinfektan. “Kami berharap di bulan Agustus akan terjadi penurunan kasus penularan Covid 19, perlu di ingat bahwa ini bukan Lockdown tapi tatanan kebiasaan baru. Semoga langkah-langkah ini akan berhasil untuk kita memutus mata rantai Covid 19 di Kota Tomohon,” ujarnya

Baca juga:  Pasar Beriman Tomohon 'Berhenti' Beroperasi

Ditambahkan Walikota, yang disetujui dalam rapat yakni pelaksanaan PMR belum akan diterapkan pada minggu ini, karena masih ada tahapan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Begitu juga dengan pelaksanaan kegiatan di Pasar Wilken yang dalam beberapa hari ini akan disterilisasi atau disemprot disinfektan.

“Di imbau kepada seluruh komponen dalam masyarakat agar mentaati dan melakukan protokol kesehatan ketat dalam beraktifitas sehari-hari. Sayangi diri, keluarga, dan orang lain serta peduli kesehatan semua orang untuk kemanusiaan. Masyarakat juga diharapkan selalu berdoa,tetap waspada, hindari keramaian, pakai masker, jaga kebersihan, konsumsi makanan dan minuman bergizi untuk kekebalan tubuh. Kemudian, sambil mengingat bahwa ketika kita terjangkit virus Corona, maka akan sangat tidak baik dampaknya yang begitu luas bagi kita semua seperti kematian,isolasi, kesehatan,tekanan batin dan dampak sosial, ekonomi dan kemasyarakatan,” ungkap Walikota

Sementara, dr.Hariyanto dari RS Bhetesda, sebagai salah satu narasumber, mengingatkan kepada masyarakat bahwa di kehidupan normal baru saat ini agar menghindari kebiasaan lama seperti memegang mata, hidung,mulut dan telinga dan juga menghindari berada di ruang sempit dengan sirkulasi udara yang kurang baik, semuanya ini untuk menjaga kesehatan.

Baca juga:  50 Anggota Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 di Bitung Terima APD

Dikatakannya pula, Kota Tomohon masuk salah satu dari 57 Kab/Kota zona merah dari 524 Kab Kota di Indonesia. Dimana dengan peningkatan pasien terkontaminasi positif corona dari 80 pasien pada tanggal 8 juli 2020 menjadi 134 pasien pada tanggal 12 juli 2020. Hal ini mengindikasikan dugaan bahwa telah terjadi transmisi lokal dalam Kota Tomohon, yang harus segera diputuskan.

” Karena fakta-fakta yang ada masyarakat masih melaksanakan acara-acara yang mengumpulkan banyak orang seperti kumawus/mingguan, berkumpul dan beracara di kebun dengan tidak menerapkan protokol Kesehatan ketat seperti tidak pakai masker, tak cuci tangan, tidak menjaga jarak hubungan sosial dan fisik, serta yang lainnya,” ujar dr Hariyanto.

Tampak peserta rapat ini yakni dari Unsur TNI/Polri, para Staf Ahli Walikota, para Asisten, para pejabat eselon 2 II b, Direktur PD Pasar/PDAM/RSUD Anugerah, Para Kabag, para Camat, serta para Lurah. (Slf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *