Menu

Kemenparekraf-Pemprov Sulut Bersinergi Bangkitkan Pariwisata

  Dibaca : 269 kali
Kemenparekraf-Pemprov Sulut Bersinergi Bangkitkan Pariwisata

indoBRITA, Manado – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Republik Indonesia menggelar Program Rebound (Bangkit) ke sejumlah destinasi tujuan wisata di Tanah Air. Sulawesi Utara (Sulut) pun turut menjadi perhatian pemerintah pusat.

Wajar saja, sebab Sulut menjadi salah satu Daerah Super Prioritas yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata-Likupang, membuat pemerintah pusat ikut fokus membangkitkan pariwisata di daerah ini. Untuk itu, pihak Kementerian melalui Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur  menggelar Hajatan Rapat Kordinasi (Rakor) sekaligus FGD bertajuk “Likupang Rebound Destinasi Parawisata era New Normal” yang pembukaannya oleh Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Dr Wawan Gunawan, pada Selasa(21/7/2020) siang.

Bertempat di Rumah Alam Adventure Park-Ring Road Manado. Yang turut didampingi Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut, Henry Kaitjily dan dihadiri beberapa Kepala Dinas Pariwisata kabupaten/kota, para pelaku usaha/jasa industri pariwisata serta stakeholders kepariwisataan di Provinsi Sulut.

Sementara itu, masih dalam rangkaian Program Rebound dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Baparekraf RI, oleh Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Dr Ir Hari Santosa Sungkari, menggelar pertemuan dengan acara Rebound yang dilangsungkan di Kawasan Objek Wisata Pantai Paal-Marinsouw dan Pantai Pulisan Likupang yang dihadiri segenap warga masyarakat setempat.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari, mengatakan program Likupang Rebound ini merupakan inisiasi dari Kemenparekaf untuk membangun kembali sektor pariwisata di Sulawesi Utara, dengan keberagaman potensi dan keunikan destinasinya yang masih menjadi daya tarik utama turis baik mancanegara maupun wisatawan  domestik/nusantara.

“Program dan aksi ini akan memberikan dampak positif secara menyeluruh juga akan menggairahkan, semua elemen, baik warga masyarakat sekitar objek wisata maupun para pelaku usaha pariwisata dan kami juga akan memberikan dukungan berupa penyempurnaan fasilitas dan amenitas di destinasi pariwisata Sulut, dalam rangka memasuki era New Normal ini dengan tetap menjalankan Protokol/SOP Covid-19 dengan memberikan pendampingan sejak tahap persiapan hingga nantinya tiba saat akan dibukanya kembali destinasi objek wisata,” tandas Deputi Hari Santosa Sungkari, sebagaimana dikutip Kabid Pengembangan Kelembagaan Disparprov Sulut, Roy RL Saroinsong.

Adapun program dan aksi Rebound ini guna mendukung Kampanye BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) yang sejalan dengan kaidah; Cleanliness, Health, Safety, Environmental (CHSE) yang Sustainability/berkelanjutan. Dan pula pedoman ini seirama dengan program pemerintah Provinsi Sulut, yang dituangkan dalam  Peraturan Gubernur (Pergub) Sulut Nomor 44 Tahun 2020 yang diterbitkan pada Tanggal  23 Juni 2020.

Senada dengan Deputi Hari Santosa Sungkari, oleh Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut, Henry Kaitjily, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara  menyambut positif dan apresiasi akan Program Rebound ini yang akan menjadi tatanan untuk kebiasaan baru guna menunjukan pada khalayak bahwa Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah Destinasi Super Prioritas siap berbenah dan layak dikunjungi oleh para wisatawan pasca pandemi Covid-19 ini dengan menerapkan protokol kesehatan dan kebiasaan New Normal.

Di kesempatan acara pencanangan program Rebound yang berlangsung di Kawasan Pantai Paal- Marinsouw dan Pulisan Likupang ini, dengan sasaran diantaranya berbasis pada fokus: kebersihan dan Higienitas Toilet, Kebersihan Pantai dan Sarananya, Keamanan dan faktor Kenyamanannya untuk penguatan Program Sapta Pesona, oleh Kemenpar Ekraf telah menyerahkan sejumlah bantuan dan fasilitas penunjang secara simbolis berupa: Alat Kebersihan berupa Sapu, Tempat Sampah, Papan Sign Informasi, Disenfektan, Face Shield. Kepada Perwakilan Komunitas Masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata di kedua lokasi tersebut. Dan Agenda yang sama pula akan dilangsungkan pada Kamis (23/7/2020) di Lokasi Taman  Laut Nasional Bunaken.(sco/*)

Baca juga:  Ratusan Desa di Sulut Berpotensi Terkena Dampak Bila Tsunami
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional