Menu

Duduki Lahan Secara Tidak Sah, Ahli Waris Christofel Piay Somasi DJT

  Dibaca : 47 kali
Duduki Lahan Secara Tidak Sah, Ahli Waris Christofel Piay Somasi DJT
Duduki Lahan Secara Tidak Sah, Ahli Waris Christofel Piay Somasi DJT

indoBRITA, Jakarta – Lahan dengan luas 4000-5000 meter persegi yang kini menjadi tempat usaha CV Mega Taruh milik pengusaha DJT belum aman. Pasalnya, lahan yang ada di Desa Kapitu Kecamatan Amurang Barat saat ini sedang di somasi ahli waris Herbert Simon Piay. Bahkan, lahan milik Alm Christoffel F Piay mengakui kalau DJT telah melakukan tindakan tak terpuji dan membuat kerugian besar atas ahli waris yang telah berdomisili di Jakarta.

Kuasa Hukum ahli waris Christoffel F Piay (Pensiunan TNI AD) Rusmin Effendy SH MH dihubungi media ini menegaskan, bahwa pihaknya telah dipercayakan ahli waris tunggal Herbert Simon Piay (anak, red) untuk memproses sesuai hukum yang berlaku. ‘’Pekan kemarin, saya telah mengirim surat somasi kepada pengusaha DJT. Dan somasi tersebut telah ditangan DJT di Desa Kapitu pengantar pribadi. Sayangnya, dalam bunyi surat somasi, dalam waktu lima hari tak direspon, maka selanjutnya akan dilaporkan ke Polda Sulut,’’ ujar Rusmin.

Ditambahkan Rusmin, bahwa tanggal 13 Juli 2020 pihaknya telah melakukan somasi terhadap DJT. Hanya saja, DJT tak merespon dengan baik. ‘’Akibatnya, saya lanjutkan ke proses hukum dengan melaporkan yang bersangkutan ke Polda Sulut. Artinya, DJT tidak kooperatif setelah surat somasi berada ditangannya. Bahkan, untuk menyelesaikan masalahnya, DJT-sendiri enggan menanggapinya,’’tegas pengacara top Jakarta.

Baca juga:  Bupati Tetty Terima Penghargaan Anugerah Pendidikan dari IGI

Rusmin lagi menegaskan, pihaknya terpaksa melaporkan DJT karena kuat dugaan telah melakukan penguasaan lahan secara melawan hukum milik ahli waris Christoffel F Piay di Desa Kapitu Jaga X Kecamatan Amurang Barat. Kabupaten Minahasa Selatan.

‘’Saat ini, lahan tersebut telah dibangun bangunan berupa ruko, restoran, rumah tinggal dan juga bangunan disewa BRI Unit Tenga,’’katanya. Rusmin menjelaskan, tahun 1987 diatas lahan tersebut telah dipasang papan atas nama Christoffel F Piay. Jadi, bagaimana mungkin ada peralihan hak atas nama DJT. Sementara ahli warisnya tidak merasa telah menjual lahan tersebut.

Pengacara Rusmin Effendy yang juga mantan jurnalis ini mengaku DJT tidak kooperatif dan bersedia menyelesaikan secara mediasi berakibat proses hukum lanjutan. Dan bisa dikenakan pasal 167 junto Pasal 263 dan Pasal 480 KUH Pidana.

‘’Silahkan saja, DJT berdali telah membeli lahan tersebut. Persoalannya, siapa yang menjual lahan tersebut. Apakah ada bukti kuasa jual dari ahli waris. Kalau tidak, berarti sama saja membeli barang bodong atau sebagai penadah barang bodong yang kemudian disertifikatkan menjadi hak milik,’’ucapnya.

Baca juga:  Pelaku Cabul Anak di Bawah Umur di Tumpaan Diamankan Polisi

Selanjutnya, kata Rusmin Effendy bersama tim Law Office Associates yang beralamat di Jatinegara Barat IV No.68 RT 006 RW 03 Kelurahan Bali Master, Jatinegara, Jakarta Timur yang bertindak untuk atas nama kliennya menjelaskan, pihaknya dalam dekat ini segera melaporkan DJT ke Polda Sulut untuk menindaklanjuti kasus ini dengan delik penyerobotan lahan, pemalsuan surat dan penadahan.

‘’Yang jelas, ahli waris yang sah atas lahan tersebut adalah putra Christoffel F Piay yang bernama Herbert Simon Piay, SE. Tidak ada ahli waris lain atas lahan tersebut dan tidak pernah diperjualbelikan kepada siapapun. Termasuk pelepasan hak atas DJT,’’sebut pengacara handal ini.

Selain itu, lanjut dia pihaknya telah memberikan tembusan somasi kepada pihak-pihak terkait seperti Gubernur Sulut, Bupati Minsel, Kabareskrim Mabes Polri, serta BPN setempat (Minsel, red). ‘’Yang dituntut ahli waris sederhana. Kembalikan lahan yang diduduki atau berlanjut ke proses hukum. Kita buktikan saja nanti, siapa yang lebih berhak atas lahan tersebut,’’pungkas Rusmin lagi. (*/ape)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional