Menu

Menteri Kominfo Tinjau Kesiapan Lokasi Pusat Data Nasional di Bitung

  Dibaca : 162 kali
Menteri Kominfo Tinjau Kesiapan Lokasi Pusat Data Nasional di Bitung
Menteri Kominfo RI Johnny G Plate didampingi Wali kota Bitung Maximiliaan J Lomban ketika meninjau titik lokasi rencana pembangunan Pusat Data Nasional di kompleks perkebunan Waleleng Kelurahan Pinokalan kota Bitung.(foto : Yefta)

indoBRITA, Bitung– Menteri Kominfo Johnny G Plate melakukan peninjauan dan penilaian kesiapan lokasi pembangunan Pusat Data Nasional di kompleks perkebunan Waleleng Kelurahan Pinokalan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Selasa (28/7/2020).

Kedatangan Menteri ini juga bersama beberapa pejabat Eselon I Kemenkominfo yang disambut Wali kota Bitung Maximiliaan J Lomban dan pejabat Pemkot Bitung bersama unsur Fokopimda seperti Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat bahkan sejumlah anggota DPRD Bitung seperti Wakil Ketua DPR Keegen Kojoh, Alexander Wenas dan Indra Ondang.

dalam sambutannya, Wali kota Max Lomban menjelaskan secara singkat kondisi geografis kota Bitung termasuk menjelaskan lokasi strategis rencana pembangunan pusat data nasional ini.


“Untuk rencana lokasi pembangunan Pusat Data Nasional kami dari Pemkot Bitung menyiapkan lahan seluas 4,3 hektare dan sesuai dengan master plan pengembangan kota Bitung, wilayah barat kota Bitung ini memang diperuntukan bagi pemukiman, selain itu di kompleks ini juga direncanakan akan dibangun universitas,” terang Lomban.

Wali kota juga berharap agar lahan yang disiapkan ini bisa sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan untuk membangun pusat data ini.

Baca juga:  Turnamen Futsal Liga Tangguh Kembali Digelar

“Yes or no ada di tangan pak Menteri,” singkatnya.

Johnny G Plate sendiri dalam sambutannya mengatakan, kehadirannya ke Kota Bitung sendiri untuk melihat kesiapan salah satu dari 4 pembangunan pusat data nasional karena Indonesia saat ini membutuhkan pusat data.
Empat pusat data nasional yang direncanakan tersebut masing-masing di Jakarta, Bitung, Kalimantan Timur yakni calon Ibu kota Negara dan Kepulauan Riau yakni Batam.

“Indonesia terlalu banyak memiliki data center ada 700 lebih namun hanya 3 persen saja memenuhi standar global, ini berakibat sulitnya mengambil keputusan berdasarkan data nasional,” bebernya.

dijelaskan juga, saat ini Kementerian Kominfo menyiapkan sejumlah skenario pembangunan pusat data diantaranya 4 titik pusat data, 3 pusat data atau 2 titik pusat data.

“Selain itu, kita ingin jangan sampai membangunnya mahal kemudian merawatnya lagi lebih mahal,” tambahnya.
Rencana besar ini, menurut Plate harus diikuti oleh rencana detil karena Pusat Data Nasional ini terkait bangsa dan negara sekarang dan potensi masa depannya.

“Kalau data kita tidak dikelola dengan baik, kita tidak tahu masa depan kita bagaimanana. Data menjadi sangat strategis dan pusat datanya-pun harus memenuhi syarat startegis diantaranya geologi, jangan kena tsunami contohnya, kemudian infrastruktur pendukung utama lainnya seperti jaringan backbone fiber optic, listrik dan aksesibilitas, karena data adalah salah satu hal yang sangat strategis, misal dalam keadaan luar biasa pusat data ini bisa terjaga, termasuk security sistem bagaimana dan Manpowernya,” cetusnya.

Baca juga:  Gelar Rakordasus, Nasdem Sulut Targetkan Menang di Pileg 2019

jika memang nantinya akan dibangun di Kota Bitung, lanjut Plate, tentu saja hal ini akan berdampak secara ekonomi karena capital dan operational expenses-nya cukup besar.

di akhir sambutannya, Menkominfo mengaku sebetulnya, kunjungan penilaian ini dilakukan secara diam-diam karena pihaknya masih dalam tahapan penilaian dalam rangka fix finding.

“Beberapa prasayarat penting dalam membangun Pusat Data Nasional yakni tergelarnya fiber optic yang memadai karena nantinya akan ada transmisi data yang besar, kedua tersediannya power supply yang memadai, security system dan keamanan wilayah kemudian beberapa penilaian teknis lainnya,” sebutnya.

disentil soal kesiapan dan kelayakan Bitung sendiri, Plate mengaku semua lokasi akan dievaluasi dahulu.
“Jangan buru-buru, kita baru datang menilai, olehnya penilaian dan pertimbangannya dilakukan secara komprehensif diputuskan secara akurat didukung secara teknis,” tutupnya.(yet)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional