Menu

Gairahkan Perekonomian, OD-SK Bangkitkan Pariwisata Sulut

  Dibaca : 206 kali
Gairahkan Perekonomian, OD-SK Bangkitkan Pariwisata Sulut

indoBRITA, Manado – Seluruh sektor menukik akibat pandemi Covid-19. Tak terkecuali pariwisata yang adalah menjadi primadona di salah satu sektor unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) pun terimbas tak berdaya.  Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) tidak patah semangat melainkan bangkit berupaya dengan segala daya bahkan telah menyiapkan rebound pariwisata.

Strategi pengaktifan kembali pariwisata Sulut diyakini bisa membangkitkan ekonomi Bumi Nyiur Melambai

“Pariwisata di Sulut harus cepat melakukan recovery karena pariwisata adalah prime mover roda perekonomian masyarakat Sulut,” tutur Gubernur Olly.

Pandemi Covid-19 tak diketahui kapan berakhir. Salah satu cara terbaik adalah harus berjalan bersama, bersahabat dengan virus yang tidak kelihatan itu.

“Kita harus belajar hidup berdampingan dengan Covid-19, itulah sebabnya kita sekarang memasuki era dan kebiasaan baru disemua lini, termasuk sektor pariwisata di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Karenanya, Gubernur Olly memberi motivasi dan menyemangati stakeholders pariwisata di daerah ini untuk bangkit menghadapi era baru bersama pelaku pariwisata menata kembali destinasi, hotel dan resort. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Sulut Henry Kaitjily mengatakan sesuai arahan Gubernur Olly telah disiapkan strategi membangkitkan pariwisata Sulut. Diantaranya, menyiapkan aplikasi PASIAR JO. Aplikasi ini terkait dengan destinasi pariwisata Sulut.

Selain itu melakukan bersih-bersih objek

wisata. “Bahkan sudah sangat siap menghadapi semuanya dengan perubahan gaya hidup dan kebiasaan baru yang diterapkan,” ujarnya.

Khususnya di sektor pariwisata, katanya, atas arahan Gubernur Olly, juga Dinas Pariwisata telah menyusun panduan pariwisata untuk dapat diterapkan kepada para pelaku pariwisata.

“Jika para stakeholders telah siap, maka pasti akan dilakukan pembukaan dan reaktivasi secara bertahap sektor pariwisata harus dikembangkan karena menjadi pendongkrak perekonomian,”

Menurutnya, 15 kabupaten/kota di Sulut jangan santai, tapi sudah harus berani dan siap membuka objek pariwisata yang ada di daerah masing-masing.

“Optimis itulah kata kunci yang selalu didengungkan oleh Gubernur di setiap kesempatan. Begitu juga dengan pariwisata harus optimis, bersinergi

dan koordinasi karena itu juga penguatan untuk menjadikan pariwisata maju bersama kabupaten/kota,” katanya.

Dari beberapa kali koordinasi, yang didapat ada destinasi yang sudah siap dibuka di Kota Tomohon dan Minahasa Utara, sedangkan di Kota Manado segera dibuka. Dan untuk membuka tempat wisata tentu harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan sesuai dengan Pergub Nomor 44 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

“Fokus dalam waktu dekat ini adalah

menggairahkan pariwisata lokal. Maksudnya, memanfaatkan wisatawan lokal. Selanjutnya, sudah berancang-ancang kembali menggaet turis mancanegara. Diingat-ingatkan juga pariwisata akan berkembang jika protokol kesehatan produktif dan aman Covid-19 diterapkan dengan baik. Makanya protap itu harus dijalankan secara baik dan benar, ketat dan tidak lalai,” tambahnya.

Diketahui, pandemi Covid-19 ini mengakibatkan ribuan pekerja khususnya sektor pariwisata di Sulut dirumahkan. Data yang diterima dari Dinas Pariwisata Sulut, sebanyak 7.169 pekerja harian terdampak Virus Corona. Sedangkan yang 645 orang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Pekerja harian yang dirumahkan itu pengertiannya kontrak kerja tetap berjalan namun pembayaran gaji dihentikan dulu. Kebijakan dari perusahan ada pembayaran penuh dan ada pembayaran setengah gaji itu semua tergantung kebijakan dari setiap perusahaan,” jelasnya.

Untuk sektor pariwisata, tambah Kaitjily, semuanya mengalami penurunan pendapatan mulai dari destinasi, perhotelan, jasa pemandu wisata, travel. Semua terdampak. Sedangkan untuk restoran hanya skala awal saja, saat ini sudah mulai beralih lewat online, ketika pandemi Covid-19 datang.

“Dan sejak berlakunya tanggap darurat, pariwisata menjadi goyah, melemah, dan seakan tak berdaya karena destinasi semuanya ditutup, kegiatan event dibatalkan dan ditunda. Ada yang mencoba bertahan seperti hotel dan beberapa destinasi. Destinasi tetap dibuka namun dalam skala kecil,” katanya.

Menurut Kadisparda, kini pariwisata mulai

bangkit perlahan tapi melangkah pasti. Membuka secara bertahap sambil mematangkan persiapan, demi pemulihan ekonomi maju dan kesehatan

tetap terjaga.

Gubernur Olly dan Wakil Gubernur Steven mensupport sepenuhnya bahkan mengarahkan untuk berinovasi dan berkreasi seperti kegiatan yang dilakukan secara virtual, membantu para pekerja yang terdampak dengan memperkuat peraturan kebijakan berupa imbauan dan panduan sebagai acuan untuk menjalankannya. Baik pemerintah daerah, pelaku usaha, pekerja maupun kepada pengunjung dan masyarakat tentunya.

Imbauan gubernur meminta kepada para asosiasi yang ada di pariwisata HPI, ASITA, ASHIRI, PHRI, ASPI, NSWA dan GENPI serta asosiasi lainya dan GIPI untuk berinovasi terealisasi. Semata menggairahkan dan membangkitkan pariwisata maju.

Upaya dan solusi yang dilakukan oleh Pemprov Sulut dinakhodai Gubernur Olly dan Wagub Steven di masa pandemi ini, khusus sektor pariwisata dalam memperhatikan bagi yang terdampak antara lain, tenaga kerja yang dirumahkan mendapat insentif berupa bantuan bahan pangan, juga ada bantuan sembako, baik dari pemprov maupun juga dari pusat atau kementerian dan pengusaha.

Juga dari pihak pemprov telah melakukan bersih-bersih di objek wisata, membuat panduan pariwisata, rencana menggaet turis mancanegara juga ada kegiatan gowes new normal, terlebih mampu mengatur dan meringankan ribuan pekerja sektor pariwisata yang di rumahkan dan yang terdampak juga telah ada aplikasi “pasiar jo” yang sangat memudahkan bagi wisatawan untuk mendatangkan dan mau balik lagi di Provinsi Sulawesi Utara.

Dengan demikian, kata Olly, pariwisata bangkit, pertumbuhan ekonomi meningkat, rakyat sejahtera.

“Gali terus potensi yang ada, bersyukur Tuhan memberi objek wisata yang banyak dan beragam bahkan tak tertandingi sebut saja ada wisata laut, pantai, gunung, alam, taman, danau, pulau, hutan, budaya, buatan dan religi semuanya ada,” pungkasnya.

Di New Normal ini Dinas Pariwisata mempromosikan dan menawarkan

North Sulawesi Utara, clean, clear, hygiene, peaceful and serure diIndonesiaaja

diSulawesiUtaraaja

Sesuai data kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2016 sekitar 50.888 tahun 2019 naik menjadi 153.656 sangat berbangga tentu atas kerja keras pemprov peningkatan signifikan termasuk wisatawan nusantara tahun 2019 ada 2.200.000 orang hasil peningkatan ini di periode Gubernur Olly dan Wagub Steven. Dan juga karena kita mempunyai masyarakat yang rukun, ramah dan wellcome sehingga menjadikan sulut sebagai Kota MICE, tempat persinggahan dunia.

Berikut rencana tahun 2020

event yang masuk Calendar of Events Nasional, tetap dilaksanakan

-Festival Bunaken (September 2020)

-Festival Pesona Selat Lembeh (Oktober 2020)

-Manado Fiesta (Dilaksanakan Secara Virtual – Juli 2020)

-Tomohon International Flowers Festival/TIFF – Batal

Selain itu, ada event unggulan daerah, yakni Festival Desember (Desember 2020 dan Nyong dan Noni Sulawesi Utara (November 2020).

Gubernur dan wagub berpesan dalam setiap kegiatan agar melibatkan 5 unsur kekuatan pembangunan yaitu Pentahelix Pariwisata, bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan pariwisata sebagai primadona di salah satu pembangunan unggulan Pemprov Sulut.(sco)

Baca juga:  Persiapan Paskah Nasional 2020 Digelar di Sulut Dimatangkan
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional