Menu

OD-SK Pacu Sektor Pertanian

  Dibaca : 207 kali
OD-SK Pacu Sektor Pertanian
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif.

indoBRITA, Manado – Pertanian merupakan salah satu sektor pembangunan unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), sehingga Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) menggiatkan sektor ini dalam menopang pertumbuhan ekonomi Sulut walaupun di tengah pandemi Covid-19.

Dengan adanya pandemi, tentu selaku kepala daerah Gubernur Olly harus benar-benar kerja keras dalam berupaya mempertahankan kelangsungan pertanian karena di dalamnya ada petani yang butuh motivasi dalam pengelolaan. Hal ini tentu harus ditunjang dengan pemikiran yang brilian karena Covid-19 sangat mempengaruhi kondisi pertanian itu sendiri.

Sedangkan di pihak lain sebagai salah satu sektor unggulan tentu banyak berharap adanya kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulut.

Sehingga untuk memperkuat perekonomian, khususnya di sektor pertanian, maka oleh Gubernur Olly ada beberapa strategi yang dituangkan dalam program dan kegiatan melalui Dinas Pertanian dan Peternakan.

Terlihat jelas ketika Gubernur Olly dalam beberapa kesempatan mengajak dan menggerakkan masyarakat memacu sektor pertanian dalam hal pemanfaatan lahan terlantar menjadi sebagai lahan produktif, kemudian mencanangkan program “Marijo Ba Kobong”.

Dengan memperkuat ketahanan pangan, kata Gubernur Olly, di masa pandemi Covid-19 ini apa yang ditakuti, berupa ‘virus kelaparan’ tidak terjadi.

Meski demikian, gurauan (virus kelaparan) itu beralasan dan harus diseriusi.

“Makanya kita nda pernah bekeng PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Karena kalau PSBB, trus kita nda bisa keluar rumah takutnya akan timbul virus baru yaitu virus lapar. Karena kalo nda bekerja, berarti tidak ada lagi pendapatan. Ini lebih bahaya dari virus Covid,” katanya.

“Kalau Covid-19, diisolasi hanya 14 hari di rumah, kemudian minum vitamin pasti bae, tapi coba jo kalau itu virus lapar karena cuma badiam di rumah,” tukas gubernur.

Strategi Gubernur Olly dalam program yang sudah dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan tidak sia-sia. Terbukti pada tahun ini pertanian menjadi penyumbang terbanyak dari penyerapan tenaga kerja di Bumi Nyiur Melambai.

Hal ini sesuai data yang diterima dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut per Februari 2020 mencatat sebanyak 275.500 tenaga kerja di sektor pertanian. Atau 23,75 persen mendominasi dari total tenaga kerja di Sulut sebesar 1.16 juta tenaga kerja. Sektor kedua adalah perdagangan dengan menyumbang 18,47 persen.

Dan berkat kepedulian Gubernur Olly, Nilai Tukar Petani mulai dari tanaman pangan, tanaman holtikultura hingga pertanian mulai membaik.

Lihat saja data dari BPS Sulut hingga 2019:

Tanaman Pangan

Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) 107,76, Padi 107,05, Palawija 108,82

Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) 104,29, Indeks Konsumsi Rumah Tangga 104,46, Indeks BPPBM 103,85 Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) 103,33 Nilai Tukar Usaha Pertanian 103,77

Hortikultura

Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) 106,34, Sayur-sayuran 104,69, Buah-buahan 116,37, Tanaman Obat 111,84, Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) 104,13, Indeks Konsumsi Rumah Tangga 104,4, Indeks BPPBM 103,39, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 102,12, Nilai Tukar Usaha Pertanian 102,85

Peternakan

Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) 105,6, Ternak Besar 108,52, Ternak Kecil 105,8, Unggas 104,94, Hasil Ternak 98,98.

Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) 105,08, Indeks Konsumsi Rumah Tangga 104,31, Indeks BPPBM 107,06, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 100,49, Nilai Tukar Usaha Pertanian 98,64.

Bahkan, dampak terhadap semua komoditas pertanian dan peternakan menunjukan tren positif termasuk ke dampak produksi. Indikasinya terlihat dalam pemenuhan permintaan masyarakat terhadap komoditas pertanian dan peternakan saat ini dalam kondisi terpenuhi dan tidak berkekurangan termasuk keterjangkauan dari sisi harga tidak ada komoditas yang menunjukan harga pasar yang melonjak tinggi.

Khusus komoditas peternakan menunjukan penurunan harga yang disebabkan menurunnya daya beli masyarakat. Solusi terhadap harga yang menurun melalui tim TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) melakukan kerja sama dengan provinsi tetangga dalam bentuk kerja sama pemasaran.

BERIKUT CAPAIAN HASIL PRODUKSI

Produksi PADI 857.432 ton

Produksi JAGUNG 1.295.353 ton

Produksi KEDELAI 11.876,7 ton

Bawang Merah 31.393 kuintal Tomat 423.921 kuintal

Cabai Besar 55.372 kuintal

Cabai Rawit 147.602 kuintal

DAGING SAPI 3.693.675 kg DAGING BABI 25.112.902 kg

DAGING AYAM BURAS 2.701.351 kg

SAPI 121.035 ekor

BABI 419.043 ekor

AYAM BURAS 2.505.891 ekor

Guna mendorong masyarakat agar lebih fokus ke pertanian, Pemprov Sulut telah menyerahkan berbagai bantuan kepada petani melalui Program Pengembangan Pertanian Tanaman Pangan Tahun 2020 di Sulut.

PADI 29.952 ha

– Bantuan Benih Padi Inbrida 25.901 ha

– Padi THLK 4.021 ha

– Padi Khusus 30 ha

JAGUNG 45.510 ha

– Bantuan Benih Jagung 45.500 ha

– Pengembangan produsen benih 10 ha

KEDELAI & PANGAN LAINNYA 6.653 ha

– Pengembangan Kedelai 6.653 ha

ALSINTAN 168 – Alsintan Pasca Panen 165 ha

– Alsintan Pengolahan Hasil 3 ha

Banyak bantuan yang sudah diserahkan secara langsung oleh Pemprov Sulut, sudah diterima oleh petani melalui pemerintah kabupaten/kota.

“Berbagai bantuan tersebut, apabila tidak dikerjakan dengan sungguh-sungguh, pasti tidak akan membuahkan hasil yang maksimal. Sehingga perlu keseriusan dalam pengelolaannya,” ujar Gubernur Olly.

Menurut Gubernur Olly ada empat faktor penentu keberhasilan di sektor pertanian. Yakni ketersediaan bibit, air, lahan, dan terakhir adalah keseriusan petani itu sendiri.

“Dalam pengelolaanya petani harus benar-benar bekerja dengan ulet dan rajin,” ujar kepala daerah pilihan rakyat Bumi Nyiur Melambai ini.

Tak hanya bantuan tersebut, ternyata Gubernur Olly juga menyiapkan asuransi pertanian. Asuransi itu mirip dengan program sebelumnya yang telah diterapkan untuk lembaga keagamaan.

Diketahui, jika salah satu pekerja di lembaga keagamaan meninggal dunia, maka ahli waris terima santunan sebesar Rp42 juta. Itu tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk asuransi pertanian, kata gubernur, sedang dipikir skemanya.

“Kita sedang pelajari ke depan bagaimana prosesnya sehingga manfaatnya tenaga kerja petani,” tutur Gubernur Olly di sela-sela Pemberian Bibit dan Jagung manis di Perkebunan Wawo Kota Tomohon, Senin (27/7/2020) lalu.

Asuransi pertanian itu, menurut Olly

untuk mencegah resiko kerugian yang dialami petani akibat gangguan hama yang dapat mengurangi hasil panen.

“Sekarang kita lagi coba untuk asuransi pertanian jadi kalo asuransi pertanian ini berjalan bagus, nanti pemerintah yang back up itu, jadi resiko tidak ada di petani karena kan pertanian ini kalau datang musim hama so dapa serang petani langsung rugi tiga bulan makanya ini torang lagi pelajari, kita lagi pelajari ke depan supaya ada asuransi pertanian sehingga kalau manfaat asuransi pertanian ini jalan,” beber Olly.

“Kalau ini berhasil di APBD kita di tahun 2021 torang cover semua ini sehingga petani tidak akan rugi kalau dia gagal panen, torang lagi susun ini kalau dia berhasil saya kira Sulut para petani nggak usah ragu generasi muda torang akan lebih banyak turun ke lapangan sehingga sumber daya manusia kita juga maju dan petani kita juga maju,” sambungnya.

Petani memang harus diperhatikan. Karena sektor ini mendongkrak perekonomian.

“Kekuatan ekonomi Sulut ada di tangan bapak, ibu, 70% pertumbuhan ekonomi datang dari pertanian, 30% dari tanaman keras, 35% dari tanaman holtikultura,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Novly Wowiling mengatakan program ‘Marijo Ba Kobong’ merupakan program yang sedang digenjot di tengah pandemi Covid-19.

“Program ini adalah pembawa spirit dalam pesan moril yang kaitan dengan Sulawesi Utara untuk mantap dalam hal ketahanan pangan,” tutur Wowiling.

Ia menambahkan dengan memanfaatkan lahan tidur akan menghasilkan komoditas yang menjadi kebutuhan konsumsi masyarakat. Katanya kepedulian Gubernur dan Wagub terhadap dunia pertanian sangatlah positif. Apalagi semboyan kepemimpinan adalah teladan sangatlah dirasakan untuk menjadikan budaya di masyarakat Sulawesi Utara.

“Upaya pemerintah Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian dan menjaga pasokan di tengah pandemi lewat penyaluran bantuan berupa bibit, ketersediaan air, pupuk termasuk pencairan KUR sangatlah memotivasi petani dan menggairahkan sektor pertanian,” tutup Wowiling.(sco/*)

Baca juga:  Istri Gubernur Pertama Sulut Terbaring di RS, OD Harap Cepat Sembuh
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional