Menu

Dukung Penanganan Covid-19, BPJS Kesehatan Beri Relaksasi Penunggak

  Dibaca : 58 kali
Dukung Penanganan Covid-19, BPJS Kesehatan Beri Relaksasi Penunggak

indoBRITA, Manado – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendukung penanganan Covid-19. Bagi peserta yang belum bayar iuran karena terdampak Virus Corona, akan diberikan kemudahan.

Caranya dengan melakukan cicilan enam sehingga kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) aktif lagi. Saat dibayar enam bulan dan satu bulan berjalan, peserta langsung aktif.

“Relaksasi ini sampai akhir tahun 2020,” kata Asisten Deputi Bidang Perencanaan dan Keuangan BPJS Kesehatan Wilayah Suluttenggomalut, Rudy Siahaan saat Sosialisasi Edukasi Publik dan Media Gathering, Selasa (5/8/2020) di Hotel Sintesa Peninsula Manado.

Relaksasi tersebut, sayangnya tidak banyak penunggak memanfaatkan.

“Relaksasi kurang dimanfaatkan,” sambungnya.

Padahal, BPJS Kesehatan telah menyelesaikan kewajibannya. Sejak 30 Juni lalu, sudah tidak punya kewajiban yang jatuh tempo.

“Jadi rumah sakit kita sudah bayar. Tapi, giliran sudah serahkan masih ada piutang. Pesertanya 259 ribuan jiwa yang menunggak dengan nominal cukup banyak Rp160 miliar,” tuturnya.

Tunggakan itu, diharapkan menjadi perhatian bagi para penunggak.

“Tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda kita sosialisasikan mohon bantuannya sekiranya bersama-sama bergerak. Program ini bukan milik karyawan BPJS Kesehatan. Ini berkelanjutan untuk generasi berikutnya,” tuturnya.

Ia menambahkan posisi saat ini likuiditas BPJS sudah baik. Harapannya dampak dari penyesuian iuran terhadap kualitas layanan.

“Mudah-mudahan isu obat, isu dokter belum dibayar sudah tidak ada lagi. Kualitas layanan harus meningkat dong. Investasi kepada fasilitas kesehatan dan alat perlengkapan lainnya. Kompetensi SDM meningkat. Ujung-ujungnya kita harapkan peserta puas dengan layanan yang diberikan mitra kerja kita,” tukasnya.

Sebelumnya, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Suluttenggomalut Chandra Nurcahyo mengatakan program JKN-KIS tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Di mana, iurannya sedikit mengalami perubahan. Untuk peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri peserta kelas I kini iurannya Rp150.000. Kelas II Rp 100.000 sedangkan kelas III Rp42.000. Namun yang dibayar untuk kelas III hanya Rp25.500, sisanya disubsidi pemerintah.(sco)

Baca juga:  Walikota Eman Dialog Bersama Kader Kesehatan Tomohon
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional