Menu

Atasi Harga Kopra dan Cengkih, Perindo Bakal Perjuangkan Pembentukan BUMD di Minsel

  Dibaca : 54 kali
Atasi Harga Kopra dan Cengkih, Perindo Bakal Perjuangkan Pembentukan BUMD di Minsel
Atasi Harga Kopra dan Cengkih, Perindo Bakal Perjuangkan Pembentukan BUMD di Minsel

indoBRITA, Amurang – RAPBD 2021 dikabarkan akan segera dibahas dalam dekat oleh TAPD dan Banggar DPRD Minsel. Akan halnya diatas, Fraksi Primanas khususnya Partai Perindo akan memperjuangkan dibentuknya BUMD. Maksudnya, pembentukan BUMD dalam rangka mengatasi harga kopra dan cengkih di Minsel secara khusus.

Ketua DPD Partai Perindo Minahasa Selatan Jaclyn Ivana Koloay, SH menjelaskan saat memimpin Konsolidasi di Villa Sutanraja Hotel Amurang, Selasa (4/8/2020) menegaskan bahwa kedepan kami akan mengusulkan kepada bupati Christiany Eugenia Paruntu (CEP) untuk dibentuk BUMD. ‘’Bahwa, dibentuknya BUMD di Minsel sangat tepat sekali. Pasalnya, harga kopra dan cengkih yang harganya tidak kunjung stabil. Pembentukan BUMD untuk mengatasi harga-harga diatas yang tentunya memiliki dampak terhadap petani,’’ujar Koloay.

Disampaikan Ketua Fraksi Primanas, bahwa kalau BUMD terbentuk pasti akan membantu petani Minsel. ‘’Ya, ini adalah salah satu solusi bisa diambil oleh pemerintah melalui BUMD yang secara khusus menangani harga-harga komoditi tersebut. Percuma kalau kita diam, sementara harga komoditi kopra dan cengkih tak kunjung stabil,’’jelasnya.

Baca juga:  Penuhi Cinema XXI Manado, Keluarga Besar Polres Minsel Nobar Film ‘Hanya Manusia’

Dilain pihak, Koloay menilai masalah harga kopra dan cengkih tak kunjung stabil karena persoalan adanya standar pasar dunia. Memang, soal harga kopra dan cengkih itu terjadi karena ekonomi pasar dunia. Sekali lagi, BUMD perannya sama dengan Bulog untuk menanggulangi soal beras.

Menurut politisi perempuan vocal di DPRD Minsel, bahwa peran penting BUMD juga untuk memutus jalur kartel yang selama ini ikut bermain dalam menentukan harga. ‘’Untuk pembiayaan BUMD, pihak pemerintah bisa menganggarkan atau menetapkan melalui APBD 2021. Olehnya, kami berharap saat pembahasan RAPBD 2021 akan muncul ide-ide cemerlang untuk membantu rakyat khususnya para petani Minsel,’’sebut anak ketiga dari mantan Ketua Umum Panitia Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan (PPKMS) Drs Inyo Koloay, MBA.

Baca juga:  Spektakuler, Pagelaran Adat Tulude 2019 di Bitung Dikemas Lebih Atraktif

Sementara itu, Sekretaris DPD Perindo Minsel Erwin Tengor menjelaskan, kalau tidak ada BUMD akan sulit pemerintah menolon petani disaat harga sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar. ‘’Maksudnya, dengan hadirnya BUMD justru dapat memberikan bargaining lebih besar dalam menentukan harga. Sebab, hal diatas memiliki ketersediaan stok yang besar. Jadi, Perindo khususnya walau hanya dua kursi akan All Out saat pengusulan dan pembahasan RAPBD 2021 mendatang,’’tegas Tengor yang dibenarkan Ketua OKK/Ketua Bapilu DPW Perindo Sulut John Dumais serta mendapat aplaus dari peserta yang datang berasal 17 DPC se-Minsel. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional