Menu

Satreskrim Polres Minahasa Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Jeiby Mandang

  Dibaca : 370 kali
Satreskrim Polres Minahasa Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Jeiby Mandang

indoBRITA, Minahasa- Polres Minahasa melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) yang dipimpin oleh Kasat Reserse AKP Sugeng Wahyudi Santoso SH, SIK bersama unit 1 Jatanras berhasil mengungkap misteri kematian JBM alias Ebi (42 tahun) sekitar 2 bulan lalu yang semula diduga akibat laka lantas di Jalan Baru Kelurahan Wewelen, Kecamatan Tondano Barat, akhirnya terkuak melalui konfrensi pers yang digelar di Mapolres Minahasa pada Jumat (7/8/2020) pukul 14:00 Wita.

Kerja keras Satreskrim unit 1 Jatanras dibawah komando Kasat reserse juga Kanit 1 Jatanras beserta penyidik yang hampir dua bulan terakhir, berhasil mengungkap bahwa wanita bersuami warga Kelurahan Liningaan Lingkungan II, Kecamatan Tondano Timur ini, disinyalir meninggal akibat tindak pidana kriminal.

Korban JBM alias Ebi yang diduga kuat menjalin hubungan asmara dengan lelaki berinisial NM alias Buang, pria 47 tahun warga Kelurahan Liningaan Lingkungan IV, Kecamatan Tondano Timur.

Disela Konfrensi Pers yang berlangsung di Mapolres Minahasa, Kapolres AKBP Deny Situmorang SIK, melalui mantan Katim Manguni Polda Sulut AKP Sugeng W. Santoso SH, SIK, yang saat ini menjabat sebagai kasat reserse, yang didampingi Kasubag Humas AKP Ferdy Pelengkahu SH, KBO Reskrim Ipda Andris Kasim serta Kanit 1 Jatanras Michael Pesik SH, menceritakan kronologis kejadian peristiwa kriminal yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

” Bahwa pada hari Rabu malam tanggal 3 Juni 2020 sekitar pukul 23.00 Wita telah ditemukannya seorang perempuan yang di ketahui beridentitas atas nama Jeiby Bepske Mandang alias
Ebi yang ditemukan tergeletak dengan posisi terlentang di jalan Raya Kelurahan Wewelen Kecamatan Tondano Barat.

Kemudian pada tanggal 4 Juni 2020 pada siang hari korban meninggal dunia karena megalami luka dan cedera berat pada bagian kepala, Sehingga pada tanggal 9 Juni 2020 suami korban merasa ada sesuatu yang janggal atas kematian istrinya dan melapor ke Polres
Minahasa.

Baca juga:  17 Maret, JWS Diganti Penjabat Bupati dari Pemprov

Dengan adanya dasar laporan, penyidik Satreskrim unit 1 Jatanras melakukan penyelidikan dan penyidikan dimana dari hasil penyidikan mendapatkan hasil sebagai berikut:

Pada hari Rabu tanggal 3 Juni 2020 sekitar pukul 20.00 wita tersangka NM alias Buang pergi ke studio di samping Bank BRI Cabang Tondano bertemu dengan saksi saksi dan korban yang juga berada di tempat tersebut, mereka berbincang-bincang dan sempat Tsk Buang meninggalkan tempat itu, kemudian pada sekitar pukul 22.00 Wita Tsk memarkirkan sepeda motornya didekat tugu Monas Tondano menjemput korban Ebi yang hendak pulang yang pada saat itu masih berada di dalam studio.

Tsk membonceng korban yang dilihat saksi saksi dengan posisi korban duduk perempuan (samping) dan saat berada di belakang gereja sentrum tondano Tsk memutarkan sepeda motor yang di kendarainya menuju ke
salah satu pondok yang berada di jalan togela kecamatan Tondano selatan.

Sampai di pondok tersangka dan korban sempat duduk dan berbincang bincang sekitar kurang lebih
10 (sepuluh) sampai 15 (lima belas) menit, kemudian melanjutkan perjalanan mereka.

Pada saat berada di jalan raya kelurahan Tonsaru tersangka menerima telepon dari istrinya dan menyuruh Tsk untuk pulang ke rumah.

Di kompleks jalan baru jalan Raya Kelurahan Wewelen, para saksi yang berada di rumah mereka di sekitar tempat kejadian mendengar suara teriakan minta tolong dan tidak lama suara terhenti di depan salah satu rumah saksi.

Selanjutnya para saksi-saksi keluar rumah dan melihat korban tergelatak di jalan raya.  Para saksi pun mencoba membantu korban dengan cara meminggirkan korban dan melihat ada sepeda motor yang melintas dari arah barak Polres Minahasa melintas di tempat kejadian, dan melihat motor tersebut kembali lagi hingga selanjutnya melintas lagi dan berhenti di dekat korban.

Baca juga:  ROR- RD Hadiri Sertijab Sekda Minahasa

Pada saat itulah korban menunjuk pengendara yang diduga Tsk Buang dengan membawa sepeda motor dan langsung pergi meninggalkan tempat kejadian.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan unit 1 Jatanras Polres Minahasa, dimana para saksi melihat sepeda motor tersebut adalah milik dari tersangka dan jaket yang di pakai tersangka pada malam kejadian tersebut terlihat oleh para saksi saksi” jelas Kasat Reskrim.

Tak kurang 31 saksi dan 4 saksi ahli telah diperiksa dan memberikan keterangan kepada penyidik unit 1 Jatanras dalam upaya mengungkap penyebab kematian Ebi pada 4 Juni 2020, sehingga berdasarkan keterangan para saksi dan barang bukti, akhirnya Buang ditahan pada 3 Agustus 2020 berdasarkan Surat penetapan tersangka nomor S.Tap/11/VII/2020/reskrim tanggal 28 Juli 2020 dan surat perintah penahanan nomor Sp.Han/73/VIII/2020/reskrim tanggal 3 Agustus 2020.

Pasal yang disangkakan
Pasal 340 sub 338 leb sub 351 ayat (3) KUHPidana,” ujar Kasat Reskrim Polres Minahasa, AKP Sugeng Wahyudi Santoso SH, SIK.

Barang bukti yang disita karena dicurigai berkaitan dengan kematian korban berupa handphone Oppo warna hitam dengan silikon berwarna bening di bagian belakangnya.

Berikut, baju lengan panjang berwarna tella, celana leging warna hitam, celana dalam wanita warna hitam, jaket warna merah yang bagian belakangnya bertuliskan Smandu Biologi 3 Manado 1993.

Kemudian, kendaraan sepeda motor honda vario warna hitam DB 2546 BD, kunci sepeda motor dan gantungan kunci berupa karet, dan handphone samsung duos flip warna putih.

Dugaan kuat, peristiwa pembunuhan akibat adanya hubungan Asmara terlarang antara tersangka dan korban dan tersangka terancam hukuman seumur hidup.(Har)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional