Menu

Tanam Bawang Merah di Boltim, Wagub Kandouw Ungkap Ratusan Miliar Dialokasikan untuk Pertanian

  Dibaca : 311 kali
Tanam Bawang Merah di Boltim, Wagub Kandouw Ungkap Ratusan Miliar Dialokasikan untuk Pertanian

indoBRITA, Boltim – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw berkesempatan melakukan Gerakan ‘Marijo Ba Kobong’ Melalui Penanaman Bawang Merah di Desa Bongkudai Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Senin (10/8/2020).

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw mengatakan kedatangannya dalam rangka mendorong masyarakat untuk bertani.

“Sengaja saya datang ke sini untuk mengendorse, mendorong masyarakat bahwa gerakan ‘Marijo Ba Kobong’ bukan hanya sebatas slogan, tapi betul harus torang sadari dan implementasikan,” ujar wagub.

Kandouw menjelaskan gerakan ‘Marijo Ba Kobong’ merupakan upaya Gubernur Olly Dondokambey dalam memperkuat perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Karena saat pandemi, banyak sekali aspek perekonomian masyarakat yang terjun bebas.

Diungkapkannya, pengurangan transaksi akibat pandemi sebesar 80 persen. “Sementara sektor pertanian puji Tuhan ini rasa-rasanya tak terpengaruh apa-apa. Pertanian dengan culture alam diberkati Tuhan. Daya bertahan di tengah kesesakan tinggi, orang mampu hidup di tengah tekanan. Atas dasar itu petani Sulut tak heran Nilai Tukar Petani naik,” ungkap orang nomor dua di Bumi Nyiur Melambai.

Lebih jauh diutarakannya, sebagai kepedulian Gubernur Olly terhadap petani di Sulut telah dialokasikan anggaran ratusan miliar. Makanya, petani harus bersyukur karena ini pekerjaan mulia.

“Sehingga pak gubernur canangkan gerakan ini. Bahkan kase perlindungan  petani untuk gagal panen. Jadi luar biasa upaya pak gubernur melindungi petani. Belum lagi bantuan-bantuan. Akumulasi dana DAK ada ratusan miliar untuk petani. Tak main-main sekitar 300-an miliar,” beber wagub.

Bantuan tersebut, kata wagub, tidak diberikan hanya pilih-pilih daerah.

“APBD di Sulut 14-nya (kabupaten/kota) APBD fiskalnya di bawah, cuma Manado masuk kategori rendah. Jadi, perlu bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Pak gubernur tidak pilih-pilih. Petani biar diujung mana tetap dibantu,” tegasnya.

“Ini rakyat tak pusing dengan warna merah, biru, hitam itu bendera. Yang mereka butuh bantuan, seperti pupuk, alsinta. Itu yang rakyat perlu. Selama ini pemprov tak pernah lihat-lihat. Tidak pernah membeda-bedakan. Untuk itu manfaatkan bantuan ini,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Novly Wowiling dalam laporannya mengatakan ‘Marijo Ba Kobong’ merupakan gerakan yang telah dicanangkan Gubernur Olly Dondokambey di Bolaang Mongondow, bulan Juli lalu.

“Gemanya sudah kurang lebih empat kabupaten termasuk Boltim. Direncanakan seluruh kabupaten/kota gaungnya akan dilaksanakan. Oleh karena kami menyadari potensi pertanian di Sulut luar biasa,” tuturnya.

Wowiling membeberkan sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), triwulan I kontribusi PDRB sub sektor pertanian termasuk perkebunan 23 persen.

“Bahkan, data NTP sudah di atas angka 102 persen. Ini artinya daya beli petani sudah membaik di era kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw,” ungkapnya.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan MoU antara Pemprov Sulut dengan Jasindo, terkait dengan asuransi bagi petani.

Diketahui, untuk petani sawah seluas 3000 ha, peternak sapi 1000 ekor.(sco)

Baca juga:  Istri Gubernur Olly Kunjungi Anak-anak Penderita Kanker
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional