Menu

Canangkan Go-Digital, Gaghana Targetkan 2022 Pembayaran Digital Masif di Sangihe

  Dibaca : 41 kali
Canangkan Go-Digital, Gaghana Targetkan 2022 Pembayaran Digital Masif di Sangihe
Pasar Tani dan Nelayan (Pastane).

IndoBRITA, Sangihe – Bank Indonesia (BI) Sulut dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe mencanangkan Kampanye Sangihe Go-Digital, Pencanangan ditandai dengan ujicoba penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) oleh pedagang di Pasar Tani Nelayan (Pastane), Tahuna Timur, Kamis (13/08/2020).

Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes E Gaghana (JEG) menyambut gembira langkah BI yang memperkenalkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) ke pedagang tradisional di Pastane.

“Saya mengajak, semua pejabat di Sangihe, mari torang galakkan pembayaran non tunai, bantu masyarakat kecil, pedagang pasar tradisional,” jelasnya.

Jabes menargetkan, pada tahun 2020 pembayaran digital sudah masif di Kepulauan Sangihe. Targetnya, pedagang besar, kecil dan menengah maupun masyarakat sudah terbiasa dengan pembayaran digital.

“Kita terapkan secara bertahap. Memang perlu juga dukungan infrastruktur tapi harus mulai sekarang,” kata bupati.

Lanjutnya, ada yang istimewa dari Pastane. Meskipun pasar tradisional tapi sebagian pedagang telah memasarkan produknya secara online.

Baca juga:  Ginting Pimpin Apel Pengamanan Pawai Takbiran

“Mereka sudah melek media sosial. Ketika ada stok rica (cabai), tomat atau sayuran, dia posting dan banyak yang beli,” katanya.

Dengan melek media sosial, JEG yakin itu akan membantu upaya memasifkan pembayaran digital ke pedagang tradisional dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

Sementara itu, Kepala BI Sulut, Arbonas Hutabarat, Sangihe Go Digital adalah upaya bersama dengan Pemkab untuk meningkatkan cakupan pembayaran digital di tengah pelaku usaha mikro.

“Setelah di Manado, kini kampanye go digital menjangkau pedagang tradisional di Pastane ini,” katanya.

Menurutnya, dengan menggunakan QRIS, pedagang mendapatkan beragam keunggulan. Transaksi keuangan mudah, efisien, aman dan unggul.

“Apalagi ini di tengah pandemi, pembayaran tunai berisiko penularan Covid-19,” ujar Arbonas.

Dikatakanya pula, jumlah pengguna QRIS di Sulut terus meningkat. Kalau pada triwulan pertama jumlah pengguna QRIS baru 17 ribuan merchant, kini sudah mencapai 25.900-an merchant.

Baca juga:  Tamuntuan Resmi Jabat Kapolres Bitung

“Kampanye go-digital ini bisa sukses jika ada sinergitas. Pemkab Sangihe sangat terbuka dan berkomitmen. Ini harus didukung perbankan, pelaku usaha, khususnya UMKM,” terangnya.

Salah satu pedagang Selvi Makapuas, yang menggunakan QRIS untuk melayani pembayaran digital dari pembeli, mengatakan awalnya memang sulit karena ia belum terlalu paham gadget.

“Kalau pakai QRIS, doi (duit) langsung ke rekening. Katanya lebih aman,” ujarnya.

Ia berharap terus dibantu sehingga makin paham implementasi sistem pembayaran non tunai.

“Jadi sekarang torang cuma sediakan kode (QRIS)-nya,” katanya lagi.

Meskipun demikian, diakuinya masih tetap melayani transaksi nontunai.

Usai pencanangan Sangihe Go-digital Arbonas bersama Gaghana dan rombongan melakukan panen rica di Kecamatan Tahuna Barat. (nel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional