Menu

Soal LPG 3 Kg Terjadi Kelangkaan, Podung: Kuota PT Pertamina Aman, Tapi pihaknya akan Cari Penyebabnya

  Dibaca : 85 kali
Soal LPG 3 Kg Terjadi Kelangkaan, Podung: Kuota PT Pertamina Aman, Tapi pihaknya akan Cari Penyebabnya
Soal LPG 3 Kg Terjadi Kelangkaan, Podung: Kuota PT Pertamina Aman, Tapi pihaknya akan Cari Penyebabnya

indoBRITA, Amurang – Berdasarkan laporan masyarakat baik yang ditemukan dan secara langsung melalui media social bahwa ternyata Kabupaten Minahasa Selatan khusus  Kecamatan Tumpaan dan Amurang Raya, terjadi ‘kelangkaan’ LPG 3 Kg (bersubsidi). Berdasarkan laporan, Senin (10/8/2020) pihaknya melakukan kontak dengan PT Pertamina di Manado.

Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Minsel Wildy Podung menjelaskan bahwa hasil komunikasi dengan PT Pertamina di Manado menyampaikan bahwa khusus kuota LPG 3 Kg tak berubah. ‘’Jadi, pihak PT Pertamina mengaku tak ada kekurangan kuota LPG 3 Kg. sekali lagi, tidak ada kekurangan kuota terhadap tiga agen di Minsel,’’kata Podung kepada www.indoBRITA.co, Rabu (12/8/2020) kemarin.

Dikatakan Podung lagi, bahwa kuota LPG 3 Kg tetap berjumlah 7000 sekian. Waktu awal tahun diduga justru terjadi kelangkaan drastic. Tapi, kalau sekarang dimasa Pandemi Covid-19, kenapa Minsel atau kecamatan Tumpaan dan Amurang raya terjadi kelangkaan LPG 3 Kg.

‘’Menjadi pertanyaannya, bahwa masa pandemic Covid-19 tidak ada lagi pesta, pengucapan dan lainnya. Kenapa justru terjadi kelangkaan,’’tanyanya keras.

Mantan Camat Tareran mengungkap, bahwa ada 80 persen penggunaan LPG 3 Kg di Minsel khusus di Tumpaan dan Amurang Raya. Namun, tiba-tiba sekarang hanya dua kecamatan terjadi kelangkaan. ‘’PT Pertamina aman. Baik persediaan (kuota, red) maupun distribusi kea gen di Minsel. Minsel terdapat tiga agen, yaitu PT Fortuna Inti Gas, PT Deales dan PT Moy Feronika,’’sebutnya.

Baca juga:  Polres Minsel Patroli Kawasan Rawan Karhutla, Prabowo: Warga Diminta Cegah Bersama

Podung menjelaskan lagi, ketiga agen tersebut menjalin komunikasi sambil bertanya soal kuota masing-masing pangkalan. Bahwa pengakuan agen atas kuota pangkalan normal dan berjalan lancer dan dengan baik.

‘’Kalau kendala atau factor X misalnya, perhari satu truk membawa pasokan LPG 3 Kg di pangkalan yang ada. Tapi, apabila ada masalah diperjalan itu biasa terjadi. Hanya saja, soal keterbatasan kuota tidak pernah terjadi,’’ungkapnya.

Sementara itu, penjelasan agen bahwa semuanya berjalan normal dalam pembagian stok LPG ke pangkalan di Minsel. PT Pertamina aman, depot aman. Menjadi kendala lain, bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan di pangkalan-pangkalan.

‘’Belum lama ini, pihaknya menyuruh beberapa staf untuk turun ke pangkalan yang diduga bermasalah. Tentunya mereka membawa surat tugas, bukan inisiatif sendiri. Melakukan pemantauan disejumlah pangkalan Tumpaan dan Amurang Raya. Disana untuk mencari tahu sebab dan musabah ‘kelangkaan’ LPG 3 Kg tersebut,’’tukasnya lagi.

Namun ternyata benar, ada kelangkaan disejumlah pangkalan tersebut. ‘’Penyebabnya ternyata, masih banyak pangkalan menjual LPG ke warung. Suatu hal yang tidak dibenarkan LPG dijual di warung. Karena LPG 3 Kg bersubsidi diperuntukan hanya untuk keluarga miskin. Kedua, terjadi permintaan lebih untuk tabung 3 Kg. Kenapa di masa pandemi, justru stok langkah,’’tegas Podung.

Baca juga:  Mortir Sisa Perang Dunia di Temukan di Desa Lopana

Ternyata, Tumpaan dan Amurang Raya adalah barometer atau pusat perekonomian kabupaten Minsel. ‘’Banyak usaha-usaha yang so mulai ‘tutup’atau gulung tikar lantaran pandemi Covid-19. Efek pandemic mengakibatkan pendapatannya menurun. Dulunya, keluarga mampu atau biasa menggunakan LPG 5,5 Kg dan usaha lainnya membeli 3 Kg justru,’’jelasnya.

Jadi sebelumnya, daya serap misalnya di Tumpaan 1000 tabung menjadi 1500 tabung. Terjadi peralihan penggunaan, yang sebenarnya tidak boleh. Tapi, hal diatas kecil. Tidak mengakibatkan kelangkaan drastic. Kalau harga jual tetap, eceran sesuai HET.

‘’Diakuinya, bahwa HET paling tinggi Rp 20.000. sebab, banyak warga tak mengambil sisa beberapa rupiah pengembaliannya. Sementara soal ada informasi pangkalan ‘nakal’ yang menjual tabung 3 Kg diluar kecamatan bahkan di kabupaten lain. Tentunya hal diatas tak bisa. Namun, pihaknya akan mencari kebenaran informasi tersebut. Apabila benar, maka pangkalan diatas akan dicabut izin operasionalnya,’’tegas Podung yang akrab dengan Pers ini. (ape)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional