Menu

Bukan Sekadar Slogan, Program ‘Marijo Ba Kobong’ dan Asuransi Pertanian Diseriusi Gubernur Olly

  Dibaca : 138 kali
Bukan Sekadar Slogan, Program ‘Marijo Ba Kobong’ dan Asuransi Pertanian Diseriusi Gubernur Olly

indoBRITA, Manado – ‘Marijo Ba Kobong’ bukan sekadar slogan semata. Program yang dicetuskan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey itu, kian diseriusi dan digiatkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut. Kali ini, menyasar Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Sebelumnya, program ‘Marijo Ba Kobong’ sudah dihelat di Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mogondow Timur, Minahasa Utara dan Kota Tomohon.

Di beberapa daerah, ada yang dihadiri Gubernur Olly adapula hanya Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Khusus di Minsel, Rabu (19/8/2020), digelar di Desa Bajo. Di mana, Gubernur Olly didampingi Sekdaprov Edwin Silangen hadir pada kegiatan ‘Marijo Ba Kobong’.

Kali ini, Gubernur Olly menyempatkan melakukan panen perdana semangka non biji dan penyerahan simbolis bantuan pertanian.

Gubernur Olly mengatakan lahan kosong harus digarap untuk dimanfaatkan sebagai lahan produktif. Ini penting untuk ketahanan pangan daerah.

Menariknya, dihadapan para petani dan peternak, Gubernur Olly mengatakan, pemerintah saat ini membantu para petani di 10 kabupaten dan kota serta para peternak pada 4 kabupaten dan kota melalui asuransi. Asuransi ini dikhususkan bilamana terjadi gagal panen dan ternak mati.

“Kalau petani rugi torang bayar,” tegas Olly.

Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal ini baru tanaman jenis padi yang dicover dengan asuransi pertanian. Berikutnya, tanaman jagung.

Sementara premi asuransi saat ini diberikan bagi 3.000 hektare lahan pertanian padi pada 10 kabupaten dan kota di Sulut.

Manajer Cabang Asuransi Jasindo, Saut Taridahasiolan mengatakan, bantuan premi ini ditalangi 80 persen oleh Kementerian Pertanian, 20 persen sisanya ditanggung Pemprov Sulut.

“Preminya per hektare lahan sebesar Rp180 ribu untuk satu musim tanam,” ucap Saut.

“Jika gagal panen karena kekeringan, banjir, hama atau penyakit, maka akan diberikan ganti rugi,” tandasnya.

Untuk setiap hektar lahan yang mengalami gagal panen akan diganti melalui asuransi Rp6 juta. Sementara untuk Minsel, terdapat 95 hektare lahan milik 102 petani yang dicover asuransi pertanian.

Selain asuransi pertanian, pemerintah juga memberikan asuransi bagi 1.000 ekor sapi milik peternak di Sulut, di mana Kementan menanggung 80 persen dan Pemprov Sulut sebesar 20 persen.

Premi asuransi peternak sebesar Rp 200.000 per ekor, di mana Rp160 ribu ditalangi Kementan, sisanya Rp40 ribu oleh Pemprov Sulut. Total bantuan untuk 1.000 ekor x Rp 200.000, mencapai Rp 200 juta. Di Minsel terdapat 74 peternak dengan 294 ekor sapi yang dicover asuransi.(sco/*)

Baca juga:  Percepat Proyek Infrastruktur di Sulut, Olly Sambangi Beberapa Menteri
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional