Menu

Sulut Pilot Project Terkait Pembelajaran Jarak Jauh

  Dibaca : 129 kali
Sulut Pilot Project Terkait Pembelajaran Jarak Jauh
Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Grace Punuh webinar bersama Inspektorat Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Imolemtnasi Kegiatan Belajar Mengajar Jenjang SMA, Rabu (19/8/2020).

indoBRITA, Manado – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tetap melakukan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah pandemi Covid-19. Padahal, sudah ada daerah di Bumi Nyiur Melambai yang masuk zona hijau dan kuning.

Konsisten yang diterapkan oleh Gubernur Olly Dondokambey terhadap SMA atas PJJ itu menjadikan Sulut sebagai pilot project. Kepercayaan itu setelah mendapat Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Grace Punuh mengatakan pengumuman pilot project tersebut diumumkan saat webinar bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Implementasi Kegiatan Belajar Mengajar Jenjang SMA, Rabu (19/8/2020).

“Pilot project ini karena Sulut tertinggi respons dalam hal kegiatan belajar mengajar lewat PJJ di tengah pandemi,” ungkap Punuh usai webinar.

Selain Sulut ada tiga daerah lain juga masuk dalam pilot project ini.

Lebih jauh dikatakannya, kepercayaan Sulut ini, kata Punuh, karena Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw sangat peduli dengan para anak didik dan pengajar.

“Walaupun Sulut ada zona hijau dan kuning, namun pak gubernur dan pak wagub meminta untuk tetap melakukan Pembelajaran Jarak Jauh. Karena yang penting itu adalah kesehatan dan keselamatan para siswa dan tenaga pendidikan,” tuturnya.

“Ya diharapkan respons ini dapat memicu dan memacu lebih baik lagi terkait PJJ. Karena pandemi ini banyak tantangan yang dihadapi di dunia pendidikan,” tukasnya.

Di sisi lain, Punuh mengurai untuk PJJ yang dilakukan termasuk dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

“Lewat daring, tidak masalah untuk siswa-siswi yang daerahnya memiliki jaringan bagus internet. Tapi, yang masalah itu adalah daerah tidak punya jaringan internet,” terannya.

Namun, sambungnya, itu tidak menjadi masalah. Sebab, pihaknya menyiapkan luring.

“Guru berikan terobosan kumpulkan empat hingga lima murid untuk dilakukan tatap muka langsung. Itu yang daerahnya tidak ada jaringan,” bebernya.

Selain, turun langsung, Dinas Pendidikan Daerah Sulut pun bekerja sama dengan pihak televisi maupun radio untuk proses pembelajaran.

“Kami akan lewat RRI dan TVRI. Bahkan, dalam wakti dekat ini kami akan kerja sama dengan RAPI dan ORARI,” ungkapnya.(sco)

Baca juga:  1 Persen APBD untuk APIP, Sekdaprov: Kabupaten/kota akan Dievaluasi
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional