Menu

MI Wangga Dapat Kucuran Rp2 Miliar, Bonde Minta Pembangunan Gedung Baru Berkualitas

  Dibaca : 44 kali
MI Wangga Dapat Kucuran Rp2 Miliar, Bonde Minta Pembangunan Gedung Baru Berkualitas
Kepala Kantor Kemenang Bolmong Muchtar Bonde (tengah) saat menerima wartawan senior Alfyen Gilingan dan aktivis Sulut Stenly Sendouw (ist)

indoBRITA, Totabuan-Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tidak hanya melakukan sosialisasi SE Menag 15 dan penguatan nilai-nilai keagamaan terkait situasi normal baru pasca pandemi Covid19. Pendidikan formal di bawah payung Kementerian Agama RI pun jadi perhatian khusus.

Hal tersebut terlihat saat Kepala Kantor Kemenag Bolmong, Muchtar G. Bonde, pekan pertama Agustus 2020 melakukan koordinasi penghapusan aset gedung Madrasah Ibtidayah (MI) Wangga dengan Kementerian PUPR bersama pihak penyedia barang/jasa, pekan pertama Agustus 2020.

Kendati temu koordinasi penghapusan aset gedung lama MI Wangga bersamaan dengan giat lain yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulut di Kotamobagu, namun Bonde tetap hadir secara langsung di MI Wangga.

“Pendidikan juga sudah tanggung jawab saya. Pendidikan sangat penting untuk diperhatikan,” katanya usai menandatangani surat pernyataan penghapusan aset yang sudah disiapkan Frangky Wauran, perwakilan Kementerian PUPR di Sulut, belum lama ini.

Baca juga:  Bupati CEP Didampingi Kadis PUPR Karouwan Bertemu Kasubdit Jalan Daerah di Jakarta

Penghapusan aset, urai Bonde, adalah gedung lama yang akan diganti dengan gedung baru. Tahun 2020 MI Wangga mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat melalui  Kementerian PUPR sebesar 2 Miliar lebih.

“Jadi, gedung lama akan dirobohkan dan akan diganti dengan gedung baru. Terima kasih, pemerintah pusat sangat memperhatikan pendidikan di daerah,” ujar Bonde.

Hal tersebut dibenarkan lebih lanjut oleh Frangky Wauran, yang mewakili Kementerian PUPR. “Iya, gedung lama secara sah dihapus dari aset. Setelah dihapus lalu dibangun lagi, diganti dengan gedung baru,” jelas Wauran.

Penanda tanganan pernyataan penghapusan aset turut disaksikan Kepala Sekolah MI Wangga beserta seluruh guru, disaksikan oleh tokoh masyarakat dan aktivis sosial kemasyarakatan Sulut. Hadir pula pihak penyedia barang/jasa.

Baca juga:  Banyak Kenangan, Jembatan Ranoyapo ‘Pata’ Dibongkar

“Terima kasih pemerintah sudah memberi perhatian pada dunia pendidikan di Sulut. Masyarakat juga tidak jauh lagi menyekolahkan anak-anak mereka,” kata Stenly Sendouw mewakili unsur aktivis sosial kemasyarakatan.

Menurut sejumlah guru, gedung sekolah MI Wangga sudah puluhan tahun berdiri. Sampai tahun 2020 gedung sudah tua dan ruang belajar tidak cukup lagi. “Murid setiap tahun bertambah. Dengan pertambahan ruang belajar baru, berarti masalah daya tampung siswa sudah teratasi,” kata para guru senada.

Usai penandatanganan penghapusan aset gedung lama, pihak penyedia barang/jasa membuka gambar dan langsung melakukan pengukuran awal. Pembangunan gedung diupayakan selesai sesuai waktu. Sehingga saat tatap muka belajar mengajar usai masa normal baru akibat pandemi Covid19, gedung  baru sudah dapat dimanfaatkan.(*/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional