Menu

Di tahun 2020, Ditresnarkoba Polda Sulut Ungkap 41 Kasus Narkotika

  Dibaca : 148 kali
Di tahun 2020, Ditresnarkoba Polda Sulut Ungkap 41 Kasus Narkotika

IndoBRITA, Manado–Tahun 2020 ini, selama kepemimpinan Kombes Pol Eko Wagiyanto, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulut, sudah berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika sebanyak 41 kasus. Sedangkan tahun 2019, pengungkapan kasus narkotika mencapai 72 kasus.

“Di sini ini banyak kasus narkotika, baik itu psikotropika maupun obat-obat lainnya,” kata Wagiyanto.

Menurut Wagiyanto, masa dinasnya di Polda Sulut akan berakhir. Akan tetapi semua kasus narkoba telah P21, 100 persen.

“Masih didominasi oleh kasus sabu,kemudian kasus obat keras, minuman beralkohol juga banyak terjadi dan terakhir adalah kasus ganja. Polda sementara tangani dua kasus ganja,” kata Wagiyanto.

Baca juga:  Danrem 131/Santiago Berikan Surprise Hari Bhayangkara ke-75 di Halaman Mapolda Sulut

Menurutnya, setiap kasus itu punya karakteristik yang berbeda-beda, baik itu segi kuantitas maupun kualitas. Dimana kuantitas itu banyaknya barang, kualitas itu dilihat dari profil pengguna atau pelakunya.

“Selama saya menjabat, kasus terbesar kita tangani sekitar 300 gram sabu. Kemudian minuman Cap Tikus sekitar 31 ton. Kemudian obat keras 18.000 butir dan ganja,” ucap Wagiyanto.

Kemudian untuk pelaku menurut Wagiyanto masih didominasi oleh karyawan swasta, wiraswasta, juga ada beberapa PNS dan ada juga anggota dewan.

“Dari hasil pemeriksaan, awal menggunakan narkoba alasannya coba-coba. Selanjutnya faktor ekonomi, kalau kita bandingkan secara global atau nasional, untuk harga di Sulawesi Utara cukup signifikan. Contoh, kalau di Jawa dan Sulut harga narkotika bisa satu banding empat. Hal itu memotivasi pelaku melakukan jual beli narkoba di Sulut untuk dapat keuntungan,” terang Wagiyanto seraya menambahkan, di Sulut bukan tempat transit atau pasar narkoba.

Baca juga:  Diduga Tidak Berizin, Ditresnarkoba Polda Sulut Sita Minol di Cafe Twelve Wine & Liguor

Menurut Wagiyanto selama bertugas di Sulut dirinya mendapat kesan yang baik dan kesan yang mendalam.

“Di sulut masyarakatnya rama, terbuka. Budaya pesta itu ada, disertai dengan minuman. Hal inilah yang perlu ditekan, bagaimana caranya bagate itu sedikit dikurangi,” harapnya.(hng)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional