Menu

Secara Marathon, Steven Kandouw Ziarah ke Makam Mantan Gubernur dan Wagub Sulut

  Dibaca : 124 kali
Secara Marathon, Steven Kandouw Ziarah ke Makam Mantan Gubernur dan Wagub Sulut

indoBRITA, Manado – Tak kenal lelah, secara marathon Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw melakukan ziarah ke beberapa mantan gubernur dan wakil gubernur Sulut, Selasa (22/9/2020).

Ziarah dalam rangka memperingati HUT ke-56 Provinsi Sulut ini dilakukan Wagub Steven dalam satu hari ini diawali pada makam Wakil Gubernur Sulut periode 1991-1996 Achmad Nadjamudin di Tuminting, Kota Manado.

Achmad Nadjamudian lahir di Suwawa, Bone Bolango, Gorontalo, 1 Januari 1936 meninggal di Manado, 1 September 1998.

Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw selaku inspektur upacara memimpin jalannya penghormatan. Selanjutnya, Kandouw meletakan karangan bunga dan bersama peserta ziarah menabur bunga.

Setelah itu, Wagub Kandouw melakukan ziarah kedua ke makam mantan Wakil Gubernur Sulut periode 2000-2005 dan 2005-2010, Freddy Harry Sualang di Desa Leilem, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa.

Wagub Kandouw bersama rombongan melakukan upacara penghormatan, mengheningkan cipta dan menabur bunga di makam Freddy Harry Sualang.

Kemudian, Wagub Kandouw melakukan ziarah ketiga di makam Gubernur Sulut periode 2000-2005, Adolf Jouke Sondakh di Desa Kanonang, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa.

Adolf Jouke Sondakh lahir di Suluun, Tareran, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, 20 Juni 1939, meninggal di Singapura, 8 Maret 2007 pada umur 67 tahun.

Seperti sebelumnya, Wagub Kandouw bersama rombongan juga melakukan upacara penghormatan, mengheningkan cipta dan menabur bunga di makam Adolf Jouke Sondakh.

Adapun ziarah terakhir dalam rangka memperingati HUT ke-56 Provinsi Sulut ini dilaksanakan di makam Gubernur Sulawesi Pertama periode 1945-1949, Gerungan Saul Samuel Jacob (GSSJ) Ratulangi di Kelurahan Wawalintowan, Kabupaten Minahasa.

Sam Ratulangi ialah seorang politikus, jurnalis, guru dan seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ratulangi juga sering disebut sebagai tokoh multidimensional. Sam Ratulangi lahir di Tondano, 5 November 1890 dan meninggal di Jakarta, 30 Juni 1949.

Di lokasi makam GSSJ Ratulangi, Kandouw juga meletakan karangan bunga, melakukan upacara penghormatan serta mengheningkan cipta untuk menghormati jasa para pendahulu yang telah memimpin Sulut

Dalam ziarah ini turut dihadiri oleh Bupati Minahasa Roy Roring, Wakil Bupati Robby Dondokambey, para pejabat di lingkup Pemprov Sulut dan Pemkab Minahasa.(sco/*)

Baca juga:  Bupati Tetty dan Jajaran Mengikuti Rakorev Hasil Pelaksanaan RKPD Tahun 2019
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional