Ini Kata DPRD Manado Terkait Adanya Permohonan Pinjaman 300 M dan Dimintakan Percepat APBD

Anggota DPRD Kota Manado, Hengky Kawalo dan Jeane Laluyan.

indoBRITA, Manado – Adanya surat Pemberitahuan Pinjaman Pemkot Manado di PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp300 miliar. Membuat DPRD Manado geram.

Pasalnya, surat pemberitahuan pinjaman datang seolah-olah Lembaga Legislatif tersebut tidak berhak mengetahui isi pinjaman tersebut. Padahal menurut Kawalo, ada mekanisme, bahwa pinjaman itu disampaikan ke dewan lima hari,  sebelum diajukan ke institusi yang yang meminjamkan uang.

“Seenaknya memasukan jumlah pinjaman. Lalu tuntut DPRD bahas. Maksud Anda (walikota) apa? Alasan kepentingan rakyat, rakyat yang mana. Databasenya mana? Ada apa ini? Jangan seenak perut menjual nama rakyat. Kita semua punya rakyat. Tapi soal keuangan dan anggaran negara, tidak boleh membabi buta,” tegas Kawalo.

Baca juga:  Suksesor GSVL di Manado, Nama Sanny Parengkuan Paling Sering Disebut

Personil Fraksi PDIP Jeane Laluyan meminta publik tidak langsung memercayai pernyataan atas nama rakyat yang disembur pemkot, karena DPRD Manado masih mendeteksi motif desakan pembahasan APBD Perubahan yang belakangan terungkap ada pinjaman Rp300 miliar.

“Keputusan kami untuk meneliti dulu tujuan APBD perubahan 2020 adalah juga untuk rakyat. Pemkot sudah telat memasukan draf, giliran baru diterima Sekretariat DPRD langsung gedor. Muncul pinjaman lagi. Nah atas nama rakyat Manado, kita harus teliti dulu sebelum pembahasan. Kita tidak mau, pemerintahan berikut dibebani hutang yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan secara detil,” jelas Laluyan. (red)

Baca juga:  Oknum Hukum Tua Wori Dipolisikan AIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *