Pjs Bupati  Onibala: Tidak ada Utusan, Ini Pelecehan UU

Pjs Bupati  Onibala: Tidak ada Utusan, Ini Pelecehan UU

indoBRITA, Amurang – Pjs Bupati Minsel Drs Mecky M Onibala, MSi dalam sambutan usai apel perdana ASN/THL dan Pejabat eselon II dan III dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan, Senin (28/9/2020) menjelaskan, kita harus mensukseskan Pilkada 9 Desember 2020.

‘’Jaga keamanan, supaya Minsel aman dan damai saat Pilkada 9 Desember 2020,’’kata Onibala berapi-api dihadapan ASN/THL dan Pejabat Minsel di gedung Waleta, Kantor Bupati Minsel.

Bacaan Lainnya

Lanjut Onibala, mari jaga netralitas ASN dan Pejabat dalam rangka Pilkada Minsel. ‘’Saya kira semua sudah jelas aturannya. Saya mantan kepala BKD Provinsi Sulut, juga mantan kepala BKD Minsel. Dan saat ini masih melekat sebagai Kepala Inspektor Daerah Provinsi Sulut,’’jelasnya.

Dikesempatan saat ini, saya sampaikan kepada Camat dan Hukum Tua, bahwa dana desa di Minsel semuanya akan diperiksa.

Baca juga:  Jalankan Program Pemerintah, Koramil 1302/10 Sonder Terus Tingkatkan Swasembada Pangan

‘’Karena, selama saya ada disini adalah tanggungjawabnya. Tanggungjawab saya untuk menjalankan pemerintahan dibidang kemasyarakatan. Ini amanat undang-undang, yang ingin saya sampaikan kepada bapak/ibu sekalian, teman-teman ASN saya kira tidak lasim baginya. Sebagian besar, saya telah sekolahkan di diklat PIM. Torang b ataman samua, oi to,’’jelasnya lagi.

Kata Onibala, oleh karena itu saya minta dengan hormat kita semua harus tahu aturan. Kalau ada yang tidak ikut aturan, dirinya akan tertipkan dengan aturan.

‘’Saya juga dikontrol oleh masyarakat. Silahkan kalian control saya. Jadi teman-teman ASN/pejabat marilah jaga netralitas. Saya kira tidak perlu ulang-ulang terkait dengan aturan, dari Menpan, Gubernur dan saya kira dari bupati juga ada. Marilah torang hargai dan hormati, kalau anda melanggar, berarti anda pula yang akan menerima konsekwensi,’’jelasnya.

Onibala menegaskan lagi, aturan yang diberikan kepada saudara adalah sah. Bukan sebagai Pjs bupati. Jadi, saya mohon dengan hormat seluruh ASN harus ikut aturan sesuai penetapan pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten.

Baca juga:  Persiapan Polri Amankan Pemilu 2024 Jelang Pencoblosan

‘’Saya kemarin mengunjungi pak Sekda Denny Kaawoan. Dan mengunjungi gereja-gereja di Tenga dan Minsela. Saya Tanya, dimana camat-camat. Eh cawana, tidak ada satupun. Nda ada dapat lia. Mungkin takut ya,’’bebernya lagi.

Selanjutnya, baru-baru ini, Sabtu (28/9/2020) sewaktu pelantikan penjabat sementara (Pjs) di Kantor Gubernur Sulut oleh Pjs Gubernur Sulut.

‘’Sekedar curhat, pelantikan seluruh Indonesia loh. Boltim, Bolsel, Minut, Bitung ada leterwakilan. Tapi, justru dari Minsel tidak ada sama sekali. Mohon maaf pak sekda, pasti surat undangan diterima. Baik ketua DPRD, sekda sesuai protokoler ada. Cuma Minsel ‘cawana’ disini, astaga,’’sebutnya heran.

Menurutnya, ini kan salah satu pelecehan undang-undang. Bukan dirinya, bukan Mecky Onibala. Ini sesuai aturan, termasuk kendaraan dinas. ‘’Kendaraan dinas yang dipakai, adalah milik Inspektor Daerah Sulut. Bukan saya sombong, semua kendaraan di Minsel ada. Tapi, sayangnya dirinya justru menggunakan kendaraan dinas dari provinsi. Sekali lagi, ini aturan protokoler, wajib dilakukannya. Tapi, sangat saya sesali kenapa justru ini terjadi,’’pungkas Pjs Onibala. (ape)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *