Menu

Ini Prosedur Pemberian Keringanan dan Pembebasan Denda Pajak Kendaraan di Sulut

  Dibaca : 72 kali
Ini Prosedur Pemberian Keringanan dan Pembebasan Denda Pajak Kendaraan di Sulut

IndoBRITA, Manado–Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulut, mengeluarkan prosedur pemberian keringan, pengurangan pokok serta pembebasan denda pajak kendaran bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor.

Kasi STNK AKP Dody Yudianto Aruan, mengatakan program-program kemudahan yang diberikan kepada masyarakat terkait masalah keringanan denda pajak. Dimana program ini sudah berlaku dan sudah berjalan sejak bulan Agustus.

“Yang awalnya direncanakan sampai bulan September, namun ada kebijakan dari pemerintah daerah, diajukan kembali sampai tanggal 23 Desember,” kata Aruan Selasa (13/10/2020).

Adapun peraturan-peraturan yang mengatur kata Aruan termasuk peraturan Gubernur yang baru. Dimana keringanan itu tidak hanya buat wajib pajak yang terlambat bayar, tetapi ada juga keringanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang taat pajak.

“Yang jelas bagi wajib pajak yang taat, diberikan keringanan mulai dari 5% sampai 10%. Untuk teknisinya, seperti membayar sebelum jatuh tempo dapat keringanan,” ucap Aruan.

Baca juga:  Jabatan Kayanma Polda Sulut Resmi Diserahterimakan

Ditambahkan Aruan, diketahui bersama di masa pandemi covid 19 ini, sudah ada aturan-aturan perintah, sesuai petunjuk yang diberikan dari pimpinan harus diberlakukan protokol kesehatan.

“Pertama protokol kesehatan mulai dari para personil itu sendiri yang akan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kemudian disediakannya tempat mencuci tangan, di tiap-tiap loket disediakan hand sanitiser Tujuannya untuk menjauhkan kita dari penyakit,” terang Aruan.

Sementara itu Kasi Pelayan Pajak Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Badan Pendapatan Daerah (UPT PPD) Provinsi Sulut, Aprine Siwi menjelaskan program keringanan yang diberikan oleh pemerintah tentunya memudahkan masyarakat.

“Jadi untuk teknisnya, wajib pajak dipersilakan datang ke Samsat Manado. Nanti sudah ada format yang kita siapkan, wajib pajak tinggal mengisi dan melengkapi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kemudian diproses sesuai mekanisme yang ada. Nah, apabila dia melakukan pembayaran pengesahan tahunan, melakukan pembayaran dan pajak langsung dilakukan pengesahan oleh anggota kepolisian. Tetapi kalau melakukan pergantian STNK, mengikuti mekanisme yang ada di Samsat. Kemudian untuk keringanannya format yang telah disiapkan kemudian ditandatangani dan otomatis keringanannya langsung didapatkan,” kata Siwi.

Baca juga:  Dihari ke 24 Bulan Ramadan, Bupati ROR Hadiri Buka Puasa Bersama di Kodim 1302 Minahasa

Lebih lanjut dijelaskan Siwi, yang membayar sebelum jatuh tempo, atau 30 hari sebelum jatuh tempo, itu diberikan keringanan pajak pokok sebesar 5% dan untuk yang membayar tiga bulan sebelumnya diberikan 7,5% dan enam bulan sebelumnya diberikan 10%.

“Terhitung mulai tanggal 12 Oktober dan berakhir 23 Desember 2020,” jelas Siwi.(hng)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional