Menu

Bawaslu Minsel Bentuk Pokja Pencegahan Covid-19

  Dibaca : 35 kali
Bawaslu Minsel Bentuk Pokja Pencegahan Covid-19
Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem bersama gabungan saat memimpin pembentukan Pokja Covid-19

indoBRITA, Amurang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Selatan, Senin (19/10/2020) menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Minsel bersama Polres Minsel dalam rangka pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) guna pencegahan Covid-19 yang kian menyebar di tanah Minsel. Rapat koordinasi tersebut dipimpin Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem didampingi komisioner Franny Sengkey dan Abdul Majid Mamosey.

Suasana Bawaslu Minsel dan Tim Gakkumdu saat membentuk Pokja

Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem menjelaskan, pembentukan Pokja Covid-19 dengan maksud ingin membantu Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Virus Covid-19 di Minsel. ‘’Ya, kita tahu bersama bahwa dimasa kampanye yang digelar oleh tiga pasangan calon (Paslon) rata-rata dilaksanakan tatap muka. Dengan demikian, mestinya hal diatas sesuai PKPU No.13/2020 tentang Pilkada lanjutan ditengah kondisi bencana non alam. Maka dari, PKPU tersebut diatur bahwa kegiatan tatap muka maksimal dihadiri 50 orang yang sudah termasuk tim kampanye,’’ujar Keintjem.

Baca juga:  Latihan Corpat Philindo ke XXXII - 18 Digelar di Lantamal VIII

Keintjem melanjutkan lagi, bahwa pembentukan Pokja dalam rangka pencegahan Covid-19 dimana masa kampanye saat ini rentan adanya kluster baru. Demikian halnya, pokja Bawaslu Minsel untuk menindaklanjuti temuan kluster baru.

‘’Selain itu, keberadaan Pokja guna pencegahan Covid-19 di Minsel dengan tujuan menangani pelanggaran protocol kesehatan (Prokes) dimasa pandemic selama tahapan kampanye Pilkada tahun 2020. Menurutnya, susunan petugas Pokja terdiri dari gabungan instansi yang didalamnya masing-masing berasal dari Bawaslu, KPU Minsel, Pemkab Minsel, Polres Minsel, TNI dan Sat Pol PP,’’katanya.

Selain itu, Keintjem dalam penjelasannya mengatakan bahwa pembentukan Pokja merupakan instruksi Bawaslu RI yang nantinya bakal bertugas melakukan pencegahan pada potensi pelanggaran Prokes. Yaitu meliputi kegiatan edukasi, koordinasi, hingga penertiban serta penindakan dilapangan.

Baca juga:  60 PTPS Kecamatan Likbar Dilantik, Saptono: Kalian Ujung Tombak Bawaslu

‘’Adapun fungsi Pokja yaitu dalam rangka pencegahan dan penanganan pelanggaran protocol kesehatan. Seperti, dalam tahapan kampanye ada pasangan calon melanggar akan diberikan sanksi peringatan secara tertulis. Termasuk sanksi administrasi sesuai PKPU No.13/2020 tentang Pilkada lanjutan,’’ungkap perempuan pertama memimpin Bawaslu Minsel selang dua periode.

Senada dikatakan komisioner Franny Sengkey menegaskan, bahwa sesuai aturan bagi calon kepala daerah/wakil kepala daerah yang melaksanakan kampanye dengan tidak mengindahkan protocol kesehatan. Maka Bawaslu Minsel akan langsung menghentikan sekaligus memberi sanksi tegas.

‘’Sekali lagi, melalui Pokja tersebut, apabila kedapanan calon tak mengindahkan protocol kesehatan, sudah barang tentu langsung ditindak. Karena memang, anggota Pokja sebelum pelaksanaan kampanye sudah berada dilokasi tersebut. Dan bila demikian terdapat calon bersama tim sukses melanggar aturan diatas. Pihak Bawaslu tak ada kompromi dengan menindaklanjuti sanksi administrasi,’’tegas Sengkey. (ape)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional