Menu

Bawaslu Minsel Ingatkan, Paslon dan Tim Kampanye Tidak Bermain Uang

  Dibaca : 98 kali
Bawaslu Minsel Ingatkan, Paslon dan Tim Kampanye Tidak Bermain Uang
Ketua Bawaslu Eva Keintjem dan Ketua KPU Rommy Sambuaga

IndoBRITA, Amurang – Pilkada serentak, 9 Desember 2020 sudah memasuki tahapan kampanye. Bahkan, sesuai PKPU No.4 tahun 2017 pasal 71, partai politik (Parpol) dan pasangan calon (Paslon) dan tim kampanye dilarang menjanjikan atau memberikan uang untuk mempengaruhi pemilih. Bila kedapatan, maka paslon terancam sanksi.

Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem membenarkan, harus menjadi perhatian khusus semua parpol dan paslon. Serta tim kampanye, bahwa diharapkan tidak main-main dengan menjanjikan atau member untuk dalam rangka mempengaruhi pemilih. ‘’Bila didapati, sesuai UU No.1 tahun 2015 sebagaimana diubah dalam UU No.10 tahun 2016 pasal 73 akan dikenakan sanksi administrasi yakni pembatalan sebagai calon. Bukan itu saja, pemberi dan penerima juga mendapat sanksi pidana penjara atau denda,’’katanya.

Komisioner Bawaslu Minsel Franny Sengkey

Keintjem juga menyebutkan, terkait pemberian uang atau materi, atau juga member pengaruh secara tidak langsung mereka akan mendapat sanksi. Bukan itu saja, pasal 187A UU No.10 tahun 2016 bagi mereka yang mempengaruhi pemilih dengan uang atau materi dengan tujuan mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah.

Baca juga:  Olly-Steven tak Mau Jelekan Paslon Lain

‘’Maka, akan dikenakan sanksi kurungan penjara selama tiga sampai enam tahun dan denda Rp 200 juta. Intinya, disini Bawaslu tekankan jangan main-main dengan aturan. Silahkan berkampanye, dengan menyampaikan visi misi. Sebab, bila melakukan upaya mempengaruhi pemilih dengan member atau menjanjikan uang atau barang, sanksinya sangat berat,’’tegas Keintjem.

Senada disampaikan Komisioner Bawaslu Minsel Franny Sengkey bahwa tugas-tugas Bawaslu saat ini sedikit lebih mudah dalam menjalankan tanggungjawabnya. Kemudahan karena masyarakat sudah lebih melek dengan aturan.

‘’Sehingga, sangat membantu kinerja dari Bawaslu yang secara personel sangat terbatas. Hal diatas dibuktikan dengan banyaknya laporan yang masuk dari masyarakat untuk ditindaklanjuti. Memang, tugas kami sedikit lebih terbantu dengan masyarakat yang aktif melakukan pengawasan. Tingginya tingkat partisipasi menjadikan masyarakat saling mengawasi. Jadi, selama ini berhasil dan diterima masyarakat,’’ucap Sengkey. (ape)

Baca juga:  Tilang Ojek Online Merokok Saat Berkendara
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional