Menu

Mengaku Rugi, Pedagang K5 Dipindahkan Kedalam Pasar

  Dibaca : 128 kali
Mengaku Rugi, Pedagang K5 Dipindahkan Kedalam Pasar
Kondisi Pedagang K5 di Kompleks Pertokoan Amurang menjadi semrawut pusat kota

indoBRITA, Amurang – Setelah pengoperasian portal parkir retribusi di kompleks pertokoan/pasar 54 Amurang ditutup oleh Direktur Utama Perusahaan Daerah Cita Waya Esa (PD-CWE) Harnavi Boki. Maka, usul warga pedagang kaki lima yang berjualan dijalan raya dikembalikan kedalam pasar juga. Pasalnya, akibat pedagang kaki lima berjualan dijalan raya, membuat kendaraan roda dua/empat serta pejalan kaki mengalami gangguan.

‘’Tak hanya itu saja, pemilik toko sekalipun mengaku kecewa dan mengalami kerugian yang signifikan. Sudah rugi akibat Pandemi Covid-19, tapi justru PD CWE Minsel mengeluarkan pedagang kaki lima berjualan diarea jalan raya. Akibatnya, kondisi jalan tertutup dengan kendaran roda dua/empat dan para pejalan kaki yang masuk keluar,’’kata George Jull Umpel, warga Desa Teep Trans, Kecamatan Amurang Barat, Rabu (28/10/2020).

Selain itu, Umpel menjelaskan soal untung rugi pedagang toko nyaris ‘boke’ karena depan toko tertutup oleh pedagang kaki lima. Maka dari itu, usulnya kalau portal parker retribusi pengoperasiannya ditarik. Maka pedagang kaki lima juga ditarik atau dimasukan kedalam pasar.

Baca juga:  JOS Nyatakan Siap Maju Sebagai Wakil Bupati Minsel

‘’Artinya, kondisi pasar 54 Amurang masih perlu ditata rapi lagi. Biar semua pedagang ditata kembali, dan berjualan aman-aman saja. Namun, PD CWE harus melakukan perbaikan/pendataan biar terlihat rapid an tidak semrawut,’’tegas ahli andalan KTNA Nasional ini.

Senada dikatakan Aldy Monareh, warga Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai mengaku kecewa dengan penataan pasar 54 Amurang. ‘’Sepengetahuannya, pasar 54 Amurang adalah terbesar di kabupaten Minsel. Tapi, justru saat ini pasar dengan retribusi terbesar pula ‘nyaris’ tak berwujud lantaran penataannya semrawut. Ditambah lagi, pedagang kaki lima diijinkan berjualan di jalan raya. Nyaris pula, kendaraan roda dua/empat tak bisa berjalan dengan baik,’’ucap Monareh menaruh prihatin.

Kata wartawan ini, kalau PD CWE menutup parkir retribusi, maka pedagang kaki lima juga ditarik alias dimasukan dan berjualan dalam pasar. ‘’Bukan, portal parkir so tutup, tetapi pedagang tetap. Ini namanya ‘tetap’ semrawut saja. Dan yang pasti, bila tak ditata dengan baik, maka kinerja PD CWE Minsel tetap belum mampu membuat terobosan,’’pungkas Monareh lagi.

Baca juga:  Ribuan Nyala Lilin Dari Amurang Untuk Ipda Anumerta Erwin Wildani

Senada dikatakan Adri Rori, pemilik salah satu toko di komplek Pasar 54 Amurang menjelaskan rasa tidak ada toleransi dengan PD CWE Minsel akhir-akhir ini. ‘’Bahwa, di Pandemi Covid-19 ini kami para pedagang mengaku rugi karena situasi saat ini. Tapi, sudah rugi namun pihak PD CWE dibantu Sat Pol PP menetapkan pedagang kaki lima berjualan dijalan raya. Dengan harapan, kalau partal parkir retribusi ditarik operasinya. Maka, pedagang kaki lima juga diminta untuk dimasukan kembali kedalam pasar. Biar kami dan warga leluasa melakukan aktifitasnya,’’sebut Rori. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional