Rakor Bawaslu Sulut, Semua Inginkan Pilkada Damai dan Sehat

  • Whatsapp
Suasana Pelaksanaan Rakor pencegahan dan penindakan pelanggaran covid-19 di Pilkada (foto ist)

indoBRITA, Manado– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para pemangku kepentingan (stakeholder), Selasa (27/10/2020). Kegiatan ini digelar untuk memastikan pencegahan, pengawasan, dan penindakan pelanggaran Covid-19 pada pemilihan gubernur, bupati dan wali kota tahun 2020 di daerah Nyiur Melambai.

Pjs Gubernur Provinsi Sulut Dr Agus Fatoni, Kapolda Sulut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Wakajati Sulut Raimel Jesaja SH MH, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong dan jajaran penyelenggara Pemilu terlihat hadir.

Bacaan Lainnya

Kegiatan dibuka Ketua Bawaslu Sulut Dr Herwyn JH Malonda MPd, MH. Menurut  Herwyn, fokus pelaksanaan rakor yaitu Pilkada 2020 berjalan dengan baik meski di tengah pandemi Covid-19 sekaligus finalisasi Tim Pokja Covid-19.

Baca juga:  Wilayah Luas, Bawaslu Perlu Peran Warga Awasi Pemilu

“Penegakan protokol kesehatan sangat penting, juga adalah memastikan seluruh jajaran baik Bawaslu, Pemerintah Provinsi, KPU, Polda, Kejati dan Korem siap menjalankan fungsi dan tugas masing-masing. Kedepan, Bawaslu juga akan membuat evaluasi,” ujar Herwyn.

Sebelum pelaksanaan Rakor, Bawaslu Sulut sudah menginventaris berbagai permasalahan. Kata personil Bawaslu Sulut Kenly Poluan, permasalahan terbesar adalah penerapan protokol kesehatan pada tahapan kampanye.

“Tahapan kampanye melibatkan banyak orang sehingga menimbulkan kerumunan massa. Bawaslu Sulut telah mengirimkan surat kepada semua kontestan tapi dalam kenyataannya sebagian besar tidak di respon,” kata Kenly.

Anggota Bawaslu Sulut Mustarin pun menyampaikan, dalam pelaksanaan penindakan pelanggaran tidak boleh memihak salah satu paslon. “Jadi semua sama, tidak ada yang dibedakan,” kata Mustarin.

Terkait hal tersebut, TNI-Polri pun memantapkan sinergitasnya dalam penanganan keamanan dan terlebih penanganan Covid-19. Brigjen TNI Prince Meyer Putong menegaskan, pihaknya siap untuk mengamankan setiap proses Pilkada 2020. “Sudah ada sekitar 1.500 personel yang telah kami terjukan di wilayah-wilayah yang rawan bermasalah,” ungkap Danrem.

Baca juga:  Bawaslu Minut Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu 2019

Polda Sulut juga menyampaikan kesiapannya untuk menyukseskan Pilkada serentak 2020 di daerah Nyiur Melambai. Kapolda Sulut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak telah memerintahkan personel kepolisian agar dalam penindakan pelanggaran di lapangan selalu mengikuti prosedur yang berlaku.

“Polda Sulut selalu aktif berkoordinasi dengan jajaran di bawah, baik itu Polres maupun Polsek termasuk dalam hal penindakan, seperti pelanggaran protokol kesehatan,” ucap Kapolda.

Di sisi lain, Agus Fatoni berharap semua elemen memperhatikan dampak sosial dan ekonomi dari masa pandemi, di mana banyak kemungkinan yang bisa terjadi. “Semua berharap tidak terjadi klaster-klaster baru. Itu sebabnya, sinergitas sangat penting dalam mencapai tujuan bersama yakni mensukseskan Pilkada tahun 2020,” katanya.

Agus gembira karena semua stakeholder sepakat untuk menciptakan Pilkada aman, damai, adil dan sehat. “Kita wujudkan Pilkada berkualitas bersama penyelenggara pemilu,” ucapnya.  (drl)

 

Pos terkait