Menu

LPG Melon Masih Dipakai Sejumlah Rumah Makan di Bitung

  Dibaca : 253 kali
LPG Melon Masih Dipakai Sejumlah Rumah Makan di Bitung
Tim Razia Gabungan Pemkot Bitung saat melakukan penyisiran di salah satu rumah makan dan menemukan adanya tabung LPG melon yang masih digunakan.(ist)

indoBRITA, Bitung – Tim Gabungan Pemkot Bitung yang melakukan penyisisran berhasil menemukan sejumlah rumah makan masih menggunakan LPG tabung melon, Kamis (19/11/2020).

Padahal, Tim gabungan ini, sebelumnya juga telah menemukan puluhan tabung LPG bersubsidi digunakan rumah makan skala besar.

Tim razia terdiri dari Bagian Perekonomian, Satpol PP, Dinas Kominfo, Dinas Perdagangan, Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Bagian Perekonomian, Bagian SDA dan PT Pertamina serta 3 agen LPG diketuai Kabag Perekonomian, Rolien Dipan. Ketiga agen yang ikut masing-masing Kawan Gas Sejati, Elanithy Mitr Gas dan Hasindo Kawan Gas.

Dari razia ini berhasil ditindak antara lain rumah makan Padang Raya Pariawan di bilangan Pakadoodan ditemukan 12 tabung LPG 3 kg.  Sementara di Rumah Makan Padang Raya di bilangan Winenet ditemukan 6 tabung LPG 3,3 kg dan disita dengan pengganti 2 tabung LPG 5,5 kg bright gas. Tabung-tabung tersebut disita dan diganti dengan 4 tabung bright gas 5,5 kg. Di Rumah Makan Rusni ditemukan 2 tabung LPG 3 kg. Kedua tabung tersebut ditambah uang tuni Rp50.000 ditukar dengan 1 tabung LPG 5,5 kg bright gas.

Baca juga:  Rekrutmen CPNS Tunggu Juknis Kemenpan

Kendati demikian, di beberapa rumah makan skala besar lainnya Tim gabungan menemukan mereka sudah menggunakan LPG non subsidi. Di antaranya, Rumah Makan KMP di bilangan Pakadoodan dan Rumah Makan Rindu Malam (Coto Makassar Udin) di pusat Kota Bitung. Kedua rumah makan yang cukup terkenal di Bitung ini sudah menggunakan LPG 5,5 kg non subsidi.

Kabag Perekonomian Rollien Dipan dalam rilis Dinas Kominfo Bitung yang diterima indoBRITA.co menjelaskan, razia seperti ini akan terus dilakukan, karena masyarakat terus mengeluh atas kelangkaan LPG 3kg bersubsidi. Apalagi menjelang hari raya keagamaan di bulan Desember nanti. “Diharapkan seluruh pelaku usaha non UKM  akan berhenti menggunakan LPG bersubsidi,”kata Dipan.

Baca juga:  Jam Kerja ASN Tomohon Selama Bulan Ramadhan

Sementara Kabid Prasarana dan Sarana, Fonda Orah yang mewakili Dinas Kominfo mengatakan, sangat mengapresiasi para pelaku usaha yang sangat kooperatif dengan razia ini. “Tidak ada perlawanan sama sekali,” kata Orah.(yet/*)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional