Menu

Rakornis BP2MI, Rhamdani Kembali Tegaskan Perang Lawan Sindikat Pengiriman Ilegal PMI

  Dibaca : 25 kali
Rakornis BP2MI, Rhamdani Kembali Tegaskan Perang Lawan Sindikat Pengiriman Ilegal PMI
Kepala BP2MI Benny Rhamdani memukul gong tanda Rakornis resmi digelar

indoBRITA, Manado– Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani mengumandangkan perang toral terhadap sindikat pengiriman ilegal Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mantan anggota DPD RI itu akan memimpin langsung peperangan melawan sindikat pengiriman ilegal PMI tersebut.

“Sindikat pengiriman ilegal PMI harus dihentikan. Negara harus hadir dan memberikan perlindungan serta kenyamanan bagi warganya, termasuk para PMI,” ujar  Benny kepada wartawan usai membuka kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Penguatan Tata Kelola BP2MI, di Sintesa Peninsula Hotel, Manado,  Sabtu (21/11) siang.

Selama ini warga mempertanyakan kehadiran negara terhadap perlakuan PMI yang kurang baik di luar negeri. Itu karena mekanisme pengirimannya sudah menyalahi aturan.

Sambutan Kepala BP2MI Benny Rhamdani

Publik berpersepsi jika PMI rentan dengan masalah dan identik dengan pekerja rendahan. Mirisnya negara  seperti mengabaikan permasalahan tersebut.

“Di era saya semua itu tidak boleh terjadi.  Yang masih coba mau main-main akan kami sikat,” Benny menegaskan.

Baca juga:  Ini Kata Walikota Tomohon Soal Diklat Koperasi

Mantan aktivis 98 ini menyebut PMI sebagai pahlawan, pejuang devisa dan pahlawan bagi keluarganya. “Mereka telah memberikan kontribusi besar kepada negara dengan menghasilkan remitansi Rp 159,6 triliun yang hampir setara dengan sektor migas,” ungkap Benny.

Untuk itu BP2MI wajib memberi perlindungan terhadap para pejuang devisi itu. Pelindungan kepada PMI kini mencakup pada aspek sosial, ekonomi dan hukum. “PMI layak dijadikan warga negara VVIP,” ucapnya.

Dalam konteks itu, BP2MI akan terus memperkuat sinergitas dengan berbagai stake holder dan berbagai para pemangku kepentingan dalam tata kelola penempatan dan pelindungan PMI.  “Sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa Pelindungan kepada PMI harus diberikan secara menyeluruh mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki,” kata Benny lagi.

Rakornis BP2MI ini sendiri dibuka Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah secara virtual. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari BP2MI Pusat, Unit Pelaksana Teknis (UPT BP2MI) seluruh provinsi, Satgas Pemberantasan Sindikat, Disnakertrans Provinsi, Atase Ketenagakerjaan, Asosiasi P3MI, baik secara langsung maupun virtual.

Baca juga:   Ungkap Sindikat Curanmor, Tim Resmob Amankan Seorang Tersangka Warga Sawangan Minut

Kegiatan yang dijadwalkan tiga hari, 21-23 November itu juga merupakan rangkaian peringatan Migrant Day yang jatuh pada 18 Desember 2020 mendatang.

BP2MI telah melaksanakan rangkaian Migrant Day di beberapa daerah potensial pekerja migran. Setelah menyambangi Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, dan Banten, peringatan rangkain kegiatan Migrant Day berlangsung di Sulawesi Utara yang dirangkai dengan Rakornis BP2MI Tahun 2020.

Selain menguatkan sinegritas para pemangku kepentingan, Rakornis ini dilakukan untuk mematangkan rencana aksi dan program prioritas BP2MI sejalan dengan UU No.17 Tahun 2017.

“Pak Benny Rhamdani mendorong sinergi melalui kerja-kerja bersama, kolaboratif dan koordinatif antar K/L, unsur-unsur penyelenggara pemerintahan daerah untuk semakin memperkuat pelindungan PMI secara menyeluruh,” ujar Kepala UPT BP2MI Manado, Hard F. Merentek. (*/adm)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional