Menu

Dari Pengusaha ke Politik dan Jadi Bupati

  Dibaca : 141 kali
Dari Pengusaha ke Politik dan Jadi Bupati
Altin Sualang bersama Tety Paruntu

Oleh. Altin Sualang

SIAPA yang tidak kenal Christiany Eugenia Paruntu atau biasa disapa Tety Paruntu. Di Indonesia sudah banyak yang kenal, apalagi di Sulawesi Utara khususnya di Minahasa Selatan. Seorang enterpreneur yang terjun ke dunia politik karena panggilan untuk membesarkan tanah kelahiran orang tuanya. Terlepas dari dinamika yang terjadi, ijinkan saya sebagai anak buahnya memperkenalkan sedikit hal yang jarang bahkan tidak pernah dibahas oleh orang lain… *

Pertama,  orangnya menomorsatukan Tuhan kalo mau cari ibu bupati pagi-pagi mendingan harus sedikit bersabar, karna ibu bupati biasanya spending time untuk beribadah pagi-pagi sebelum memulai aktifitas. Bahkan pernah beberapa kali dalam rencana kunjungan ke wilayah karna waktu yang sangat padat dari pagi hingga malam hari, ibu Tety menyempatkan untuk beribadah di dalam mobil sambil melaksanakan perjalanan.

Karena bagi ibu Tety cari dahulu kerajaanNya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. *punya mimpi dan visi yang besar I Wannna Make Amurang Like A Little Hongkong. Kalimat itu beberapa ibu Tety sampaikan kepada jajaran SKPD, para investor bahkan kepada masyarakat langsung. Kalo mau jujur, beberapa kali saya mendengar ibu bupati memarahi kepala SKPD karena tidak punya mimpi.

Baca juga:  Bom Surabaya, Kasatkorcab Banser Minahasa Mengutuk Keras Aksi Biadab Teroris

“Kalian itu harusnya mampu melihat 10 tahun atau 20 tahun kedepan. Minsel harus lebih maju dari daerah lain jangan hanya berpikir tentang sekarang ini tapi berpikir tentang masa depan,’’kata Tety yang langsung direspon kepala SKPD saat itu.

Lain lagi, bagi Tety kerja tidak kenal waktu.  Anak-anak protokoler, staf TUP Bupati, driver, ajudan dan patwal paling tau jam pulang kerja ibu bupati. Siang dan malam hampir tidak ada perbedaan jika ibu Tety bekerja. ‘Bukan cuma 2 atau 3 kali torang pulang subuh dari kantor’ apalagi kalo ada pekerjaan yang tidak tuntas’ *Tidak gengsi Pernah satu kali saya dan ibu bupati datang ke sebuah kementrian untuk meloby pembangunan di Minsel.

Dan ternyata pejabat eselon 1 ataupun eselon 2 tidak berada di tempat. Namun ibu tidak langsung menyerah, dengan santun ibu mendatangi pejabat yang ada walaupun hanya se level kepala sub bagian dan seperti yang dilihat sekarang ini di Minsel, tidak sedikit buah karya perjuangan ibu bupati. *gigih dalam bekerja Menunggu mungkin tidak disukai kebanyakan orang, tapi menurut ibu bupati kita tidak akan tau hasilnya jika kita tidak mencoba.

Baca juga:  PAW, Syarifudin Taha Resmi Anggota DPRD Kota Manado

Saya ingat seorang pejabat di salah satu Kementrian mengira ibu bupati adalah seorang agen asuransi.. “Lah bupati toh yang tadi di ruang tunggu, kenapa gak disuruh masuk, kirain tadi orang asuransi. ayo bu, ada yg bisa kami bantu” tukas salah satu staf disalah satu kementerian.

*Berbagi dengan orang lain dalah hobi Kalo orang Minsel yang dari awal mengikuti keseharian ibu bupati. Pasti tau persis kemana ibu pergi pasti ada yang kebagian berkat. Tidak hanya di masa pencalonan seperti yang banyak dibicarakan orang lain tapi setiap kunjungan ke gereja, masjid, maupun ke desa-desa ibu selalu menyisihkan untuk mulai dari hamba Tuhan, hingga orang tua yg sudah lanjut usia.

Kebiasaan itu dimulai ibu Tety, tidak hanya saat dia jadi Bupati. Tetapi lama sejak ibu masih jadi pengusaha. Ini sepenggal cerita dari saya. Silahkan orang lain memiliki opini yang berbeda dengan saya. Karna ini hanyalah persepsi saya pribadi yang saya dapatkan dari keseharian saya sebagai staf mendampingi Ibu bupati. Tuhan Memberkati. (***)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional