Menu

Arus Timur, Pameran Karya 23 Seniman Sulut di Galeri Nasional Indonesia

  Dibaca : 138 kali
Arus Timur, Pameran Karya 23 Seniman Sulut di Galeri Nasional Indonesia
(Ist)

indoBRITA, Bitung- Galeri Nasional Indonesia (GNI) bersama komunitas seni TORANG Sulawesi Utara menggelar pameran daring dengan tajuk “Arus Timur” dimulai Jumat, 4 Desember 2020 di laman galnasonline.id.

 

Dikuratori Citra Smara Dewi, Heru Hikayat, dan Yusuf Susilo Hartono pameran ini menampilkan 25 karya berupa lukisan pada kanvas dan kertas, patung, sketsa, mural pada tembok, gerabah, kaligrafi Islam, relief, dan batik tulis dari 23 perupa yang tergabung dalam Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara dan 2 perupa undangan tim kurator.

 

Dalam rilisnya, Galeri Nasional Indonesia menyebut, pameran daring Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara “Arus Timur” memiliki keterkaitan dengan salah satu program andalan GNI yakni Pameran Seni Rupa Nusantara, yang memang fokus pada keterwakilan perupa-perupa di daerah dalam kancah seni rupa nasional. “Di sinilah frasa “Arus Timur” cocok untuk dijadikan tema pameran ini karena ingin menggarisbawahi Komunitas Seni TORANG sebagai representasi dari medan sosial seni rupa sekaligus melihat dinamika perkembangan seni rupa di Sulawesi Utara,” kata Heru Hikayat.

 

Nama Sulawesi Utara dalam kamus seni rupa Indonesia modern memang masih minim disebut. Padahal menurut studi dari Drs. Jerry Manus, M.Sn dan Drs. Meyer Matey, M.Sn Tenaga Pengajar Seni Rupa, Universitas Negeri Manado (UNIMA) bahwa pada abad ke-19 sudah ada nama Paulus Najoan dan Frederick Kasenda yang berkiprah sebagai guru gambar di wilayah Indonesia Timur. Lalu kemudian ada sosok Henk Ngantung (1921-1991), salah seorang tokoh seni rupa Indonesia kelahiran Tomohon. Menurut Yusuf Susilo Hartono, selain ketiga nama tersebut, pertumbuhan seni rupa Sulawesi Utara kemudian dilanjutkan oleh para penerus yang muncul baik dari kalangan akademisi lokal, akademisi asal Jawa, hingga generasi muda yang terdiri atas beragam latar belakang, namun punya semangat yang sama, yakni berkarya untuk kemajuan seni rupa Sulawesi Utara.

Baca juga:  BNPB Perkirakan 5.000 Orang Tertimbun Tanah di Balaroa dan Petobo

 

Karena itulah Pameran Daring Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara “Arus Timur” merupakan upaya untuk merangkai benang merah perkembangan seni rupa di Sulawesi Utara. Citra Smara Dewi menemukan tiga hal menarik yang bisa dicermati dari karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini, yaitu: eksplorasi material, media, dan teknik yang tak lagi sebatas cat minyak/akrilik pada kanvas; potensi kelokalan yang kuat dari setiap karya yang mencerminkan potensi geografi, demografi, dan sejarah Sulawesi Utara; dan nilai spiritual yang dianut masyarakat Sulawesi Utara sebagai gagasan berkarya dan kesadaran dalam menyikapi kehidupan.

Baca juga:  Ryamizard: Mereka Bilang Tak Ada, Jangan-jangan Dia Komunis

 

Dituturkan oleh Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto, bahwa Pameran Daring Komunitas Seni TORANG Sulawesi Utara ini adalah sebuah prestasi bagi Komunitas Seni TORANG yang baru berusia dua tahun. “Galeri Nasional Indonesia tentunya mendukung pameran ini sebagai upaya Komunitas Seni TORANG untuk menunjukkan geliat keseniannya dan mengukuhkan perannya dalam kancah seni rupa Sulawesi Utara dan bahkan nasional,” kata Pustanto. Digelarnya pameran ini secara daring sebenarnya memberikan manfaat yang besar, yakni memungkinkan pameran ini dilihat oleh publik yang lebih luas, di manapun dan kapanpun, sehingga pameran ini dapat menjadi media representasi karya-karya para perupa di Sulawesi Utara kepada publik lintas batas benua. Sehingga bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak dan memotivasi para perupa untuk terus berkarya.(*)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional