Sri Ratna Pasiak Dukung Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah

Sri Ratna Pasiak saat ujian doktoral di Universitas Negeri Manado (ist)

indoBRITA, Manado-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai implementasi dari amanat Nawacita. Penguatan pendidikan karakter ini mendapat dukungan berbagai kalangan, tak terkecuali Sri Ratna Pasiak.

Birokrat enerjik yang meraih gelar strata 3 atau doktor dengan nilai 3,95 di Universitas Manado (Unima) itu menilai pendidikan karakter di sekolah bisa menumbuhkan karakter siswa untuk dapat  berpikir kritis, kreatif, mampu berkomunikasi dan berkolaborasi sehingga bisa bersaing di abad 21.

Bacaan Lainnya

“Hal itu sesuai dengan empat kompetensi yang harus dimiliki siswa di abad 21 yang disebut 4C, yaitu Critical Thinking and Problem Solving (berpikir kritis dan menyelesaikan masalah), Creativity (kreativitas), Communication Skills (kemampuan berkomunikasi), dan Ability to Work Collaboratively atau kemampuan untuk bekerja sama,” kata Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan  Kabupaten Talaud ini kepada indoBRITA, Sabtu (12/12/2020).

Baca juga: 

Bagaimana penerapannya agar pendidikan karakter bisa berhasil? Isteri Jonson Talumedun ini menyarankan agar pendidikan karakter bukan diberikan dalam bentuk teori atau pelajaran satu arah, melainkan akumulasi praktik baik tentang karakter atau keteladanan di sekolah.

Salah satu contoh sederhana menurut dia adalah melibatkan pelajar menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah. “Biarkan pelajar membuat jadwal membersihkan sekolah secara bergantian dan gotong-royong. Dengan begitu, nilai karakter gotong-royong sudah disisipkan dalam pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Bagi Pasiak, pendidikan karakter penting ditanamkan dan diajarkan dalam upaya mencetak generasi emas yang pintar dan memiliki akhlak yang baik. “Siswa harus jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, punya semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, cinta damai, peduli sosia, bertanggungjawab, religius dan toleran. Nilai-nilai karakter ini wajib diimplementasikan di tiap sekolah,” imbuhnya.

Baca juga:  Sukses, PWI Minsel Gelar Workshop dan Pelatihan Jurnalistik

Ia juga berharap siswa mempunyai budaya membaca dan menulis sehingga pembelajaran sepanjang hayat terwujud. “Anak-anak kita harus menjadi individu yang aktif untuk membaca, melihat, mendengarkan, menulis dan berbicara ketika mengakses informasi,” katanya.

Pasiak menginginkan generasi ke depan tak hanya pintar atau memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga mempunya karakter baik dan layak menjadi contoh. “Semua komponen yang terlibat langsung wajib menjadi model dalam pembinaan dan bimbingan karakter. Dengan kata lain pendidikan karakter ini merupakan tanggung jawab bersama. Jadi sekolah, keluarga dan lingkungan atau masyarakat punya andil,” ujarnya. (*/adm)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *