Menu

Ormas dan Pers Minsel Minta RDP Terkait Belum Selesainya RAPBD 2021

  Dibaca : 70 kali
Ormas dan Pers Minsel Minta RDP Terkait Belum Selesainya RAPBD 2021
Sekretariat DPRD Kabupaten Minahasa Selatan

indoBRITA, Amurang – Organisasi Masyarakat yang didalamnya tokoh masyarakat dan pekerja Pers di Minahasa Selatan datang ke DPRD Minsel untuk membawa aspirasi terkait belum ditindaklanjuti Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran (TA) 2021. Oleh sebab itu, kami yang tergabung diatasnya mendesak Komisi I DPRD Minsel untuk mengundang Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Kami yang mengatasnamakan Organisasi Masyarakat yang menandatangani yaitu pertama Drs Willem Pasla, Drs Ch Tumbuan, Ir John Senduk dan Niko Lonteng mendesak agar Komisi I menggelar RDP dan memanggil pihak-pihak terkait sampai sejauh mana RAPBD 2021 belum diparipurnakan.

‘’Ya, kami datang di DPRD Minsel untuk menyampaikan aspirasi tentang APBD 2021 yang sedang dibahas. Menurutnya, kenapa hingga memasuki pertengahan Desember 2020 belum juga selesai. Seingat kami, bahwa batas pembahasan APBD tanggal 30 November 2020. Namun demikian, ternyata hal diatas tidak berlaku bagi APBD 2021 Minsel,’’tanya Pasla yang dibenarkan Tumbuan, Senduk dan Lonteng.

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Polres Minsel Gandeng BRI Gelar Pelatihan

Menurut tokoh masyarakat diatas, sampai dimana pembahasan APBD 2021. Sebab, yang pasti Minsel bakal mendapat sanksi tegas dari pemerintah pusat terkait tidak bakalnya mendapat bantuan didalamnya soal DID tahun 2022.

‘’Dengan demikian, momentum ini disarankan untuk rekonsiliasi antar pimpinan masyarakat yang ada pada lembaga DPRD dan pemerintah Kabupaten Minsel. Jadi, agar supaya menjadi panutan kedamaian ditengah-tengah masyarakat yang selama ini terpecah oleh karena ego masing-masing,’’sebut Pasla keras.

Pasla dan Tumbuan juga menekankan dan meminta pimpinan DPRD khususnya Komisi I untuk dapat menerima kami dalam waktu yang ditentukan. ‘’Artinya, sebagai keterwakilan organisasi masyarakat, Pers dan tokoh masyarakat lainnya siap apabila dipanggil untuk RDP dalam rangka menyampaikan aspirasi soal APBD 2021 yang sepertinya bakal belum selesai,’’ ungkap keduanya.

Baca juga:  Uwuran Dua dan Ranoketang Tua Resmi Lokasi LATSITARDA ke-40

Senada dikatakan Hanny Pantow, wartawan media online juga mempertanyakan sejauh mana sehingga APBD 2021 belum juga tuntas. ‘’Apakah karena kepentingan masing-masing anggota DPRD yang didalamnya jajaran Banggar. Pasalnya, masing-masing personil Banggar adalah anggtoa tim pemenangan calon bupati/wakil bupati yang pada intinya telah selesai. Jadi, kami keterwakilan Pers juga mempertanyakan sejauhmana penyelesaian hal tersebut. Dengan demikian, apabila Komisi I juga meminta kami hadir untuk RDP, ya kami siap,’’ sebut Pantow.

Ketua Komisi I Royke Kaloh menilai, apa yang diinginkan warga akan kami tindaklanjuti. ‘’Soal RDP, kami siap tapi tunggu saja undangan. Sebab, saat ini pihaknya sementara menggelar rapat-rapat penting terkait pembahasan APBD 2021. Kiranya hal diatas akan terlaksana dengan baik,’’kata Kaloh yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Minsel. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional