Menu

Senator Ikut Awasi Penyaluran Bansos Corona Tunai di 2021: SBANL Akui Dana Tunai, Meningkatkan Daya Beli Masyarakat

  Dibaca : 47 kali
Senator Ikut Awasi Penyaluran Bansos Corona Tunai di 2021: SBANL Akui Dana Tunai, Meningkatkan Daya Beli Masyarakat
Senator DPD RI Ir Stefanus BAN Liow, MAP

indoBRITA, Manado -Pemerintah melanjutkan program perlindungan sosial untuk masyarakat yang terdampak pandemi virus Corona (Covid-19) pada tahun 2021. Dengan demikian, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menugaskan para senator untuk ikut melakukan pengawasan terhadap realisasi program perlindungan sosial tersebut. Khususnya penyaluran bantuan sosial (bansos) tahun 2020/2021.

“Saya minta kepada seluruh senator untuk membantu pengawasan penyaluran bansos di daerah pemilihannya masing-masing,” ujar LaNyalla sebagaimana diteruskan Senator DPD RI asal Sulut Ir Stefanus BAN Liow, MAP.

Menurutnya, peristiwa penyelewengan dana bansos menimbulkan ketidakpercayaan publik. Oleh karena itu anggota DPD RI diharapkan bisa menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah. “DPD RI harus berada di tengah-tengah rakyat di daerah, sehingga bisa menyalurkan aspirasi mereka kepada pemerintah. Pengawasan penyaluran bansos ini sangat diperlukan apalagi saat ini, bansos Corona yang sebelumnya diberikan dalam bentuk sembako, mulai Januari 2021 akan diberikan dalam bentuk tunai kepada masyarakat,” papar LaNyalla lagi.

Untuk itu, para senator diminta memantau dengan ketat pelaksanaan penyaluran bansos ini. Anggota DPD RI juga diminta untuk membantu pemerintah daerah (Pemda) apabila pemerintah pusat memerlukan perbaikan data penerima bansos, sebab bantuan tunai akan langsung disalurkan ke akun atau rekening pemerima manfaat.

“Presiden Joko Widodo sudah mengingatkan pentingnya proses digitalisasi data bansos yang diintegrasikan dengan banking system. Pemda harus betul-betul memiliki data akurat, dengan demikian bansos bisa tepat sasaran,” sebut LaNyalla.

Baca juga:  ROR- RD Dampingi Gubernur Sulut Serahkan 1000 Sertifikat Redistribusi dan Bansos Kepada Masyarakat

Bansos tunai akan disalurkan melalui PT Pos maupun bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yakni Bank Mandiri, BRI, Bank BNI, dan BTN. LaNyalla meminta agar sosialisasi terus dilakukan, mengingat tidak semua warga melek terhadap proses digitalisasi dalam penyaluran bansos.

“Kemudian untuk penyaluran melalui kantor pos, Satgas Covid-19 harus ikut terlibat agar protokol kesehatan tidak diabaikan saat proses penyaluran bansos tunai,” tambah mantan Ketum KADIN Jawa Timur itu.

Untuk diketahui, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 110 triliun lebih dalam APBN 2021 untuk melanjutkan program perlindungan sosial. Adapun rinciannya adalah sebesar Rp 45,1 triliun untuk program kartu sembako yang akan disalurkan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Pada program ini, masing-masing KPM akan menerima Rp 200 ribu/bulan. Kemudian sebesar Rp 28,7 triliun disiapkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) yang akan diberikan kepada 10 juta KPM selama 4 triwulan. Pemerintah juga menyiapkan Rp 12 triliun bagi 10 juta KPM untuk bansos tunai. Masing-masing KPM itu akan menerima bantuan sebesar Rp 300 ribu selama 4 bulan. Selanjutnya, anggaran sebesar Rp 10 triliun akan digunakan untuk berlanjutnya program Kartu Prakerja.

Lalu senilai Rp 14,4 triliun untuk bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa dan diskon listrik selama 6 bulan senilai Rp 3,78 triliun bagi warga yang berhak.

Baca juga:  Disaksikan Menteri Eko, Bupati Tetty Mou Dengan Astra

“Penyaluran program perlindungan sosial harus dilakukan secara transparan. Jangan lagi bantuan sosial dipotong-potong seperti yang terjadi sebelumnya. Dana bansos milik rakyat, mutlak harus diterima penuh oleh rakyat karena merupakan hak rakyat seutuhnya,” tegas LaNyalla. Meski begitu, mantan Ketum PSSI ini mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan bansos tunai untuk membeli sembako atau memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. LaNyalla meminta dana bansos tidak digunakan untuk keperluan yang tidak seharusnya, termasuk membeli rokok. LaNyalla pun mengapresiasi instruksi Presiden Jokowi agar bansos yang sebelumnya diberikan dalam bentuk sembako, terutama di Jabodetabek, agar diberikan dalam bentuk tunai kepada masyarakat. a

Lebih lanjut Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Sulawesi Utara Ir Stefanus BAN Liow, MAP mengatakan bahwa pemberian dana tunai dinilai akan lebih mudah diawasi, sehingga akan mudah terpantau apabila ada pemotongan. “Dengan dana tunai, daya beli masyarakat akan meningkat. Tentunya ini akan berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi. Warga akan ramai-ramai membelanjakan keperluan rumah tangganya di warung-warung kecil, di pasar-pasar,” kata Senator SBANL alias Stefa, panggilan singkat Ir. Stefanus BAN Liow, MAP yang juga menjabat Pimpinan PURT DPD RI.

“Artinya ada daya ungkit ekonomi melalui daya beli masyarakat itu. Hal tersebut memacu pertumbuhan ekonomi yang sempat lesu karena pandemi Corona,” sambung Senator SBANL Wakil Ketua Kelompok (Fraksi) DPD RI di MPR RI. (*/ape)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional