Steven Kandouw Beberkan Dampak Covid-19 Stok Darah di Sulut Berkurang

indoBRITA, Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulut Steven Kandouw membeberkan stok darah di Bumi Nyiur Melambai pada masa pandemi Covid-19 mengalami kendala.

“Selama tahun 2020 (pemenuhan darah) tidak sampai 50 persen. Karena yang menyumbang darah drop hampir 60 persen,” ungkap Kandouw usai memimpin rapat dengan pengurus PMI Sulut, Senin (18/1/2021) siang di Kantor Gubernur Sulut.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Hadiri HUT ke-57 PKB GMIM, Wagub Kandouw Ajak Tangkal Radikalisme dan Terorisme 

Menurut Kandouw, situasi tersebut termasuk pada kategori sangat berbahaya.

“Stok darah berkurang karena masyarakat takut datang ke tempat transfusi darah,” jelasnya.

Hal ini dijanjikannya menjadi perhatian khusus.

“Kami akan mendrive sehingga pemenuhan darah kembali lagi,” pungkasnya.

Selain membahas terkait stok darah di Sulut, dalam rapat tersebut juga membicarakan tentang protokol kesehatan.

“Kami akan terlibat, bagaimana hidup sehat, bagaimana hindari Covid-19,” terang Kandouw.

“Kami juga update kebencanaan. PMI siap membantu pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.(sco)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *