Menu

Polres Bitung Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Anggota Kodim/1310 di Polda Sulut

  Dibaca : 54 kali
Polres Bitung Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Anggota Kodim/1310 di Polda Sulut

IndoBRITA, Manado–Polres Bitung menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan korban Sertu Meldi anggota Kodim 1310/Bitung, dengan tersangka IT alias Ishak (43) dan MT alias Tysen (40) keduanya warga Desa Pinili Kecamatan Dimembe , di Polda Sulut Rabu (27/01/2022).

Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo bersama Komandan Kodim 1310/Bitung Letkol (Inf) Benny Lesmana, ikut menyaksikan jalannya rekonstruksi.

Menurut Kapolres, dengan adanya rekonstruksi itu jelas peranan masing-masing pelaku dan ini untuk meyakinkan penyidik untuk bisa menjerat pasal yang akan disangkakan pada tersangka.

Rekonstruksi ini dilakukan berdasarkan keterangan saksi-saksi dan CCTV di lokasi kejadian.

“Kasus ini akan kita terus dalami, apa bila nanti ada hal-hal yang harus kita tambahkan. Ini kuga untuk melengkapi berkas perkara untuk segera kita limpahkan ke kejaksaan,” kata Prabowo.

Kasat Reskrim AKP FRelly Sumampouw menambahkan, awalnya akan diperagakan kedua tersangka adalah 14 adegan. Namun setelah diperagakan saksi-saksi dan kedua tersangka menjadi 20 adegan.

“Kegiatan rekonstruksi ini membuat lebih terang tindak pidana tersebut,” singkanya.

Diberitakan sebelumnya tidak terima ditegur karena mabuk berlebihan, IT alias Ishak (43) dan MT alias Tysen (40) keduanya warga Desa Pinili Kecamatan Dimembe nekat menganiaya Sertu Meldi anggota Kodim 1310/Bitung di parkiran Pub Sarona, Sabtu (23/1/2021).

Sempat kabur selama sehari, kedua pelaku akhirnya menyerahkan diri ke Kanit Resmob Polres Minahasa Aiptu Ronny Wentuk kemudian dijemput Tim Maleo Polda Sulut, Senin (25/1/2021).

Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo bersama Komandan Kodim 1310/Bitung Letkol (Inf) Benny Lesmana dan Komandan Sub Denpom Bitung Kapten Charles Katuuk dan Kasat Reskrim AKP FRelly Sumampouw dalam konferensi pers di Mapolres Bitung, Selasa (26/1/2021) menjelaskan, saat malam kejadian, sekira pukul 22.00 empat orang termasuk dua orang tersangka mendatangi tempat Karaoke Sarona dan masuk menyanyi dalam satu room.

Tidak puas menyanyi, empat orang itu kemudian berpindah ke Hall Pub dan melanjutkan minum-minum.

“Mereka masuk ke hall membawa ayam dua ekor, yang satunya dilepas di meja sengaja untuk memancing keributan. Nah, korban yang mengetahui hal ini berinisiatif menegur para pelaku namun tidak diterima sehingga terjadi cekcok mulut di dalam,” ujar Kapolres.

Usai cekcok mulut itu, korban kemudian keluar namun disusul oleh dua pelaku yang langsung menganiaya hingga terjatuh.

“IS dan TS melakukan pengeroyokan terhadap korban (Meldy)  dengan cara memukul dan menendang kepala dan mengenai bagian mata sebelah kiri menyebabkan Korban Meldy terjatuh pingsan dan saat itu seorang pemandu lagu teridentifikasi bernama Dewi kemudian melerai,” beber Kapolres.

Melihat korban sudah tersungkur, para pelaku selanjutnya meninggalkan TKP dengan menggunakan kendaraan Honda Mobilio putih Nopol DB 1592 AX yang juga telah diamankan sebagai barang bukti.

Korban yang tergeletak pingsan dilarikan ke RSUD Manembo-nembo Bitung namun hingga saat ini kondisi korban masih kritis.

Hasil visum menunjukkan korban mengalami  benturan kepala Bagian belakang saat ini telah selesai operasi bagian kepala dan dirawat ke RSUP Malalayang.

“Para tersangka ini merupakan residivis kasus penganiayaan dan pembunuhan, motif mereka menganiaya korban karena merasa tidak terima ditegur oleh korban karena melepas ayam di Hall Pub, mereka dijerat dengan pasal 170 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan dikenakan Undang-undang darurat karena membawa barang tajam,” sebut Kapolres.

Selain itu, Kapolres juga mengapresiasi Dandim 1310/Bitung dan jajaran yang menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penyidikan ini ke tangan Kepolisian serta berjanji akan transparan dalam penanganan kasus ini.(hng)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional