Menu

Dorrr, Indra Tumbang Setelah Empat Tahun Buron

  Dibaca : 110 kali
Dorrr, Indra Tumbang Setelah Empat Tahun Buron

IndoBrita, Minahasa Utara— Kolaborasi Kepolisian Timsus Waruga Polres Minahasa Utara (Minut) bersama Tim Maleo Polda Sulut dan Polres Kota Kotamobagu berhasil  menghentikan pelarian pelaku pembunuhan terhadap korban Masri Pasambuna warga desa Passi,  Kecamatan Passi Timur,  Kabupaten Bolaang Mongondow.

Pelaku pembunuhan bernama IS alias Indra Sumaraw (30) warga Tompaso Baru, Minahasa Selatan. Indra sempat buron selama empat tahun setelah menghabisi nyawa Masri di kompleks pertambangan desa Tatelu Minahasa Utara pada tahun 2017 silam.

Indra Sumaraw,  pelaku pembunuhan di desa Tatelu

Penangkapan terhadap Indra diawali dengan adanya laporan warga bahwa pelaku terlihat sedang berada di lokasi tempat pijat (SPA)  yang berada di Desa Biga, Kecamatan Kotamobagu Utara, pada Sabtu (13/2/2021) sekitar pukul 22.00 Wita.

Tampa tunggu lama Kepolisian Minut yang dipimpin Kapolsek Dimembe Iptu Fadhly. S  bersama tim Maleo Polda Sulut dan kepolisian polres Kotamobagu langsung bergerak menuju lokasi tersebut.  Benar saja,  pelaku Indra sedang  berada di tempat tersebut. Saat melihat keberadaan Polisi Indra hendak melakukan perlawanan dengan bermodalkan senjata tajam (sajam)  jenis badik, tembakan peringatan berulang kali tidak dihiraukan nya. Namun pergerakan Indra untuk melawan terhenti saat timah panas bersarang di kakinya, tak pelak Indra pun menyerah, saat itu juga polisi langsung mengamankan Indra bersama barang bukti  selanjutnya dibawah untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Baca juga:  Menteri Desa PDTT Bantu Pengembangan Destinasi Wisata Desa Marinsow

Saat dikonfimsi Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Pelaku Indra Sumaraw sudah empat tahun menjadi DPO,  penangkapan tersebut berdasarkan Laporan Polisi (LP)  tahun 2017, yang mana pelaku melakukan tindakan pembunuhan terhadap Masri Pasambuna. Kronologi pembunuhan tersebut terjadi di Desa Tatelu tepatnya di Kompleks pertambangan pada hari Rabu tanggal 5 Juli 2017. Pelaku bersama temannya yang bernama Carles Sorongsong datang ketempat tinggal korban di Desa Tetelu kemudian mencari lelaki Sulkifli Mokoginta alias Ulu yang merupakan teman korban,  namun saat itu Ulu langsung cepat menghindar,  tinggalah korban berhadapan dengan pelaku, saat itu juga pelaku langsung menghujamkan senjata tajam jenis pisau kearah korban yang mengenai dada dan punggung belakang korban. Mendengar adanya keributan, teman korban lelaki Irfan Dudigaib yang saat itu sedang tidur,  terbangun dan langsung menegur pelaku. Namun pelakupun  langsung memburu Irfan dengan sajam,  melihat hal tersebut, Irfan lalu mengambil langkah seribu agar terhindar dari maut dan langsung mencari pertolongan, tertinggalah korban Masri tak berdaya berlumuran darah sampai meregang nyawa. Kemudian kedua pelaku langsung pergi meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP),”   jelas Rahakbau.

Baca juga:  Diresmikan, Bupati Minut: Ruangan Kelasnya Jangan Dicoret

Pelaku dan barang bukti senjata tajam jenis badik telah di amankan dan di bawa ke Polres Minahasa utara untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. pelaku bisa terjerat 15 tahun penjara.

Kapolres Rahakbau mengapresiasi Kolaborasi Tim Maleo, Waruga dan Resmob Kotamobagu sangat luar biasa.

“Apresiasi untuk rekan-rekan Maleo, Waruga dan Resmob Kotamobagu, semoga dengan kolaborasi yang terjalin dapat menangani kasus-kasus selanjutnya. Karena banyak kali pelaku-pelaku melarikan diri kedaerah satu ke daerah lain. Sehingga dengan kerjasama ini pengungkapan pelaku akan mudah terdeteksi dan lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri dalam menangani kasus, ” tutupnya.

(Ipang)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional