Menu

Kuasa Ahli Waris Pasar Rakyat Amurang Bakal Gugat PD CWE Minsel

  Dibaca : 127 kali
Kuasa Ahli Waris Pasar Rakyat Amurang Bakal Gugat PD CWE Minsel
Jantje Durandt, SH sebagai Kuasa Ahli Waris Keluarga Moniaga

indoBRITA, Amurang – Sejak 2005-an, Pasar Rakyat Amurang disewa oleh Pemkab Minsel melalui Perusahaan Daerah Cita Waya Esa. Namun, sekitar tahun 2008-an sewa kepada ahli waris Keluarga Moniaga hanya sekitar Rp 60 juta termasuk pajak. Namun, tahun berganti tahun etikat baik PD CWE hilang dan hingga saat ini tidak pernah setor uang sewa kepada ahli waris. Olehnya, kuasa ahli waris Keluarga Moniaga segera menggugat PD CWE Minsel.

Melalui kuasa ahli waris Keluarga Moniaga, Jantje Durandt, SH bahwa kesabaran keluarga Moniaga sudah habis. ‘’Ya, terpaksa kami akan menggugat PD CWE Minsel. Pasalnya, sekian tahun tidak ada etikat baik untuk membayar uang sewa kepada ahli waris Keluarga Moniaga. Bahwa, sudah cukup kesabaran kami untuk menunggu dan menunggu terus. Bahkan, sudah beberapa kali mendatangi PD CWE Minsel di Kelurahan Lewet Kecamatan Amurang,’’ujar Durandt, kepada awak media saat bersua di Kios Topas, Amurang.

Baca juga:  Frato Open Turnamen Tenis Meja se-Minsel Sukses

Kata Durandt, saya sebagai kuasa ahli waris Keluarga Moniaga terpaksa mengambil tindakan diatas. ‘’Ya, pembayaran sewa pasar rakyat di Kelurahan Ranoiapo Kecamatan Amurang. Apabila pemerintah daerah (Pemda, red) tetap menngunakannya. Maka, keluarga Moniaga siap melepaskan dengan ketentuan yaitu konpensasi ganti untung,’’ jelasnya.

Ditambahkan pengusaha ini, seperti diketahui luas lahan (tanah, red) yang dipakai Pemkab Minsel sebagai pasar rakyat Amurang adalah 3700 M3. Dan tahun 2021 ini, pihak keluarga Moniaga minta walau sudah terjadi pergantian kepemimpinan PD CWE, maka wajib menyelesaikan uang sewa lahan.

Baca juga:  KKP Kembali Bekuk Dua Kapal Ikan Asing

‘’Jadi, akibat keluarga Moniaga menunggu belum ada etikat baik dari PD CWE, maka dengan terpaksa kuasa ahli waris diperintahkan untuk menggugat PD CWE dengan langkah hukum untuk menguasai kembali tanah miliknya. Bahwa, bagaimana pun kami harus menuntut karena bertahun-tahun dijanjikan akan dibayar, tetapi hal diatas omong kosong,’’tegas pendiri dan pimpinan Minahasa Selatan Coruption Wacth (MSCW). (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional