Menu

Dilantik 26 Februari, Begini Mekanisme Pelantikan Bupati dan Walikota Hasil Pilkada 2020

  Dibaca : 484 kali
Dilantik 26 Februari, Begini Mekanisme Pelantikan Bupati dan Walikota Hasil Pilkada 2020

indoBRITA, Manado – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantapan Pelaksanaan Pelantikan Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020, melalui video conference di Ruang Command Center Kantor Gubernur Sulut, Rabu (24-2-2021).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kemendagri dipimpin langsung Direktur Jenderal (Dirjen) Otda Akmal Malik. Menurut Dirjen Otda, saat ini Indonesia telah memasuki rangkaian tahapan pelaksanaan Pilkada yang terakhir.

“Kita sudah memasuki rangkaian tahapan pelaksanaan Pilkada yaitu tahapan terakhir, tahapan pelantikan kepala daerah, setelah sekian lama secara paralel yang terjadi penyelesaian sengketa PHP (Perkara Hasil Pemilihan) di MK (Mahkamah Konstitusi),” tuturnya.

Baca juga:  Bertemu Wagub, Wantimpres Janji Siap Bantu Biayai Proyek Pemprov Sulut

“Rencana pelantikan kepala daerah terpilih kita akan laksanakan dengan tiga tahap yaitu pada bulan Februari 2021, April 2021, dan Juli 2021,” tambahnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan data kabupaten/kota yang melaksanakan pelantikan serentak bertahap pada 26 Februari 2021 berjumlah 178 kabupaten/kota yang di dalamnya termasuk Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam rakor tersebut, Asisten I Setdaprov Sulut Edison Humiang berkesempatan menyampaikan beberapa hal mengenai rencana pelantikan empat bupati dan satu walikota pada tanggal 26 Februari tersebut.

“Kami akan menjalankan pelantikan sesuai dengan protokol kesehatan, di mana yang hadir dalam pelantikan adalah Bupati bersama Wakil Bupati beserta istri dan juga tidak lebih dari 10 orang,” ujarnya.

Baca juga:  Disnakertrans Sulut Dukung Bulan K3, Diawali dengan Olahraga

“Kemudian yang kami lakukan, mekanismenya adalah tiga hari sebelum dilantik mereka sudah diperintakan untuk isolasi dan besok mereka semua sudah harus diperiksa Swab PCR dan bagi pejabat-pejabat lain bisa mengikuti secara virtual,” ungkapnya.

Humiang juga menjelaskan bahwa untuk lokasi pelantikan, dipilih gedung yang berkapasitas besar, sesuai dengan protokol kesehatan, untuk dapat mencegah penyebaran Covid-19 pada saat pelantikan tersebut.

“Untuk pelantikan ini akan dilakukan di gedung yang kapasitasnya 1000 orang, di Graha Gubernuran,” tandasnya.

Turut hadir mengikuti rakor tersebut, Karo Pemerintahan Jemmy Kumendong, Karo Adpim Dantje Lantang serta Pejabat terkait lainnya di lingkup Pemprov Sulut.(sco/*)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional