Menu

Seniman Muda Langowan Ini Minta Pemerintah Kaji Kembali Pembatasan Jam Operasional

  Dibaca : 113 kali
Seniman Muda Langowan Ini Minta Pemerintah Kaji Kembali Pembatasan Jam Operasional
Yermia Mumu (Foto: dok YM)

indoBRITA, Manado- Seniman muda asal Langowan Yermia Mumu menilai pembatasan jam operasional di awal tahun 2021 kurang efektif dan tidak solutif. Kebijakan itu melemahkan aktivitas pelaku usaha.

“Pandemi Covid-19 merubah segalanya. Aturan ini positif, tapi tidak solutif.  Pelaku usaha seperti rumah makan, tempat hiburan dan pusat perbelanjaan menjerit karena kebijakan itu melumpuhkan ekonomi,” kata Yermia saat dihubungi Selasa (2/3/2021).

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi dapat memaklumi munculnya tuntutan dari  Aliansi Pekerja Seni Sulut Bersatu (APSSB) untuk mencabut aturan pembatasan jam malam. “Teman-teman sudah menyuarakan ini lewat aksi damai dan diskusi dengan berbagai kalangan,” ujarnya.

Baca juga:  Hari Bhakti Adhyaksa, Kajati Sulut Buka Pekan Olahraga

Atas pertimbangan itu, Yermia berharap pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota mengkaji kembali kebijakan tersebut. Bagi dia, pemerintah cukup memperketat pelaksanaan protap kesehatan seperti menjaga jarak, memaka masker dan mencuci tangan dengan air mengalir atau menggunakan disinfektan.

“Kesehatan itu tergantung diri kita sendiri. Kita cukup mentaati prokes, rajin berolahraga dan memerhatikan asupan tubuh dengan makan makanan yang bergisi,” ucapnya.

Yermia berpendapat penyebaran covid-19 tidak membedakan malam atau hari.  “Semua tergantung kedisiplinan semua kalangan dalam menaati protap kesehatan,” katanya. (*/adm)

 

Baca juga:  Jerry Sambuaga Bahagia Bisa Ikut Rayakan HUT Desa Sumarayar

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional