Menu

Dugaan Penggelapan Pajak Jual Beli Lahan KUD Perintis, Barmas Minta Instansi Terkait Turun Tim

  Dibaca : 11 kali
Dugaan Penggelapan Pajak Jual Beli Lahan KUD Perintis, Barmas Minta Instansi Terkait Turun Tim
Ilustrasi (ist)

indoBRITA, Bolmong-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Masyarakat Adat Sulawesi Utara (Barmas) terus bergerak mengawal kasus dugaan dugaan penggelapan pajak dari transaksi jual beli lahan pertambangan emas KUD Perintis di Desa Tonayan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulut.

Setelah melaporkan kasus ini, DPP Barmas meminta aparat dan Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sulut menurunkan tim ke lokasi. Salah satu ormas terbesar di daerah Nyiur Melambai ini berharap aparat dan instansi terkait intansi cepat menelisik dugaan tindak pencucian uang atau TPPU dari transaksi jual beli itu, termasuk aktivitas KUD Perintis.

“Soal ini kami sudah melakukan investigasi. Kami mengendus miliaran rupiah kerugian negara dari transaksi jual beli saham tersebut. Makanya kami minta aparat dan instansi terkait turun tangan demi menyelamatkan uang negara,” kata Dedi Loing, Ketua Tim Investigasi DPP BARMAS kepada wartawan di Manado, Kamis (4/3/2021).

Dugaan kerugian yang ditimbulkan akibat transaksi jual beli saham dan aktivitas KUD Perintis sesuai hasil investigasi DPP BARMAS sebesar Rp3.915.0000.000. “Itu angka yang cukup besar,” ucap Meidy Tendean, personil tim investigasi  DPP BARMAS.

Baca juga:  Kapolda Sulut Sampaikan Pesan Kamtibmas di Minut

Keduanya menyebut transaksi jual beli saham sudah menjadi perbincangan publik. Ditengarai pula jika pembelian saham pertambangan emas tersebut, selain mengandung unsur penggelapan pajak, juga tindak pidana pencucian uang atau TPPU.

Dugaan itu berdasarkan bukti transaksi mata uang asing yakni dolar Singapura. Pun tidak ada pembayaran pajak atas jual beli saham tersebut. Pembelinya berinsial YLM ditengarai masih aktif bertugas di Ditjen Pajak. Sementara pemilik atau penjualnya seorang pengusaha pertambangan berinisial DVD.

Sebagaimana berita yang sudah dilansir beberapa media, transaksi jual beli saham terjadi di salah satu hotel di Kota Kotamobagu pada 3 Agustus 2019. Disebutkan jika transaksi tersebut diketahui sejumlah pengurus KUD Perintis.

Transaksi itu menurut keterangan salah satu sumber yang juga sudah dimuat sejumlah media bernilai $Sin 1,255,000 (satu juta dua ratus lima puluh lima ribu dolar Singapura). Obyek dari transaksi tersebut meliputi pabrik pengolahan emas di lokasi Rape di Desa Tanoyan,  tanah di lokasi Rape, lubang galian emas di lokasi Rape, satu unit mobil double cabin Toyota Hilux, satu unit loader, dan satu unit mobil dump truck.

Baca juga:  Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-55, Rutan Manado Terima Sejumlah Penghargaan

“Kami akan terus mengawal kasus ini. Kami percaya aparat dan instansi terkait  bisa menuntaskan kasus ini,” ucap Meidy.

Sejumlah media sudah memberitakan dugaan penggelapan pajak dan TPPU ini. “Transaksi ini diduga menggunakan uang hasil korupsi sehingga digunakanlah mata uang asing untuk menutupi jejak dan menyamarkan aset sehingga sulit dilacak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK,” ujar sumber seperti dikutip dari Bharindojabar.com. (*/ibc)

 

 

 

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional