Menu

Produksi Busur Panah Wayer, Belasan Pemuda di Kompleks Nabati Diciduk Resmob Polres Bitung

  Dibaca : 15 kali
Produksi Busur Panah Wayer, Belasan Pemuda di Kompleks Nabati Diciduk Resmob Polres Bitung
Sebelas diduga pelaku pembuat panah wayer yang diamankan tim Resmob Polres Bitung.(foto : Ist)

indoBRITA, Bitung- Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Bitung membekuk 11 orang pemuda diduga pelaku pembuat busur jenis panah wayer yang akan dipakai untuk Tawuran di kompleks Nabati Kelurahan Bitung Barat Dua Kecamatan Maesa, Minggu (28/3/2021).

Kapolres Bitung AKBP Indra Pramana yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Frelly Sumampouw, Senin (29/3/2021) menjelaskan, Sebelas pemuda yang diamankan masing-masing JT alias Jamal (23), MF alias Mev (20), FB alias Fabio (19), RB alias Raldisto (24), MN alias Mecri (22), AM (17), DB (16), VK alias Viki (16) dan LP (22) yang semuanya warga  Kelurahan Bitung Barat Dua Kecamatan Maesa.

selain itu, dibekuk juga FR alias Faiz (25) dan SB (17) warga Kompleks Parigi Tofor Kelurahan Bitung Tengah Kecamatan Maesa.

Kronologis pengungkapan kasus ini menurut Sumampouw, bermula pada hari minggu tanggal 28 Maret 2021 Team Resmob melakukan penangkapan terhadap tersangka yang viral di media sosial yang mengunggah kegiatan pembuatan Senjata Tajam (Sajam) jenis panah wayer.

Tim Resmob Polres bitung melakukan pengembangan dari kasus pembuatan sajam jenis panah wayer dan informasi yang didapat bahwa Jamal diketahui sering membawa senjata tajam jenis badik dan panah wayer setelah itu Jamal dibekuk dan dari pengakuannya,Sajam badik dan panah wayer disimpan di rumahnya.

Baca juga:  Warga Tolak Lahan Pekuburan Jenazah Covid-19, Humiang: Ada yang Kurang Serius Tangani Wabah

berdasarkan informasi ini kemudian Tim Resmob langsung menuju rumah tersangka dan menggeledah rumahnya.

Resmob Polres Bitung berhasil menemukan sajam jenis badik dan panah wayer yang disembunyikan di atas lemari yang di tutupi dengan kain, Kemudian barang bukti tersebut disita guna proses lebih lanjut.

Barang bukti yang ditemukan adalah delapan buah busur panah wayer, satu pelontar dan 1 Sajam jenis badik.

sementara itu, menurut Frelly, awal mula kejadian lelaki LP alias Leo mendatangi Faiz yang berada di rumahnya di Parigi Tofor Kelurahan Bitung Tengah dengan maksud memberitahukan bahwa kompleks rumahnya sering diserang oleh kampung sebelah dan dia meminta untuk dibantu busur anak panah wayer agar nanti digunakan untuk berjaga-jaga apabila ada serangan dari kompleks sebelah kampung.

“Faiz memberikan busur anak panah wayer yang di simpan dalam kardus jumlahnya kurang lebih 15 buah. Setelah Leo mendapatkan busur anak panah wayer kemudian menyerahkan pada Raldisto. Nah, Raldisto yang mendapatkan busur anak panah wayer kemudian memanggil teman-temannya untuk membantu membuatkan pelontar panah wayer,” beber Sumampouw.

Mantan Kapolsek Aertembaga ini juga menjelaskan, guna keperluan itu, Raldisto mendatangi rumah Asar untuk membuat sajam pelontar  jenis PANAH WAYER adapun peran masing-masing pelaku Raldi menyiapakan busur anak panah dari besi terali sepeda motor yang di ambil dari Leo sementara Mev, Jamal,  Doddy,  Vikki dan Mecris mengikat tali gagang pelontar panah wayer.

Baca juga:  GMIM dan YSYI Gagas Program Green Gospel

Seperti produk rumahan, Fabio dan Stevanus bertugas mencari bahan baku kayu untuk membuat pelontar di belakang rumah Asar yang menjadi rumah produksi.

Setelah mereka berhasil membuat panah wayer bisa di taksir jumlah pelontar yang jadi sebanyak 13 buah dan ratusan busur anak panah wayer. Kemudian mereka menyimpan semuanya di dalam Dus mie instandan dibawa menuju rumah Raldisto dengan maksud akan disimpan di sana.

“Adapun Barang bukti tersebut sudah berselang sebulan dari tanggal 21 February tahun 2021 pada saat pembuatan sampai sekarang bulan maret tanggal 28 tahun 2021 ada kemungkinan sudah digunakan pelaku atau sudah di bagi-bagi oleh para pelaku,” jelas Kasat Reskrim.

“Para tersangka sudah diamankan di Mapolres Bitung dan awalnya kasus ini dari laporan masyarakat bahwa pada hari Sabtu 27 Maret 2021 malam hari terjadi tawuran di sekitar Nabati Kecamatan Maesa dan dilaporkan ada beberapa orang melapor ke Polisi karena dampak dari tawuran antara lain beberapa kendaraan dilempar,” tutup Sumampow.(yet)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional