Reses DPRD Kota Manado, Legislator Perindo Apresiasi Kepercayaan Warga Menyampaikan Aspirasi

indoBRITA, Manado – Legislator Kota Manado, Robert Tambuwun,SH menggelar reses pertama di tahun 2021 di Open Hall Gereja GMIM Petra Sario Tumpaan, Kecamatan Sario, Sabtu (10/4/2021).

Reses Anggota DPRD Manado, Robert Tambuwun didampingi aparat Kepolisian Polsek Sario.

Menurutnya, pelaksanaan reses yang dilakukan secara kelembagaan dengan tujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Warga Sario saat menghadiri reses DPRD Kota Manado.

“Saya berharap ada aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam reses, untuk kemudian akan disampaikan ke lembaga DPRD Kota Manado untuk diperjuangkan,” ungkap Robert Tambuwun.

Masyarakat Sario saat mendengarkan penjelasan dari Anggota DPRD Kota Manado.

Lanjutnya, pelaksanaan reses yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19, mengharuskan kita menerapkan protokol kesehatan, sehingga warga yang hadir diwajibkan untuk memakai masker, menjaga jarak fisik.

Baca juga:  Sejumlah Penghargaan Sukses Diraih Pemkab Sangihe
Salah satu warga saat memberikan aspirasinya terkait pencegahan Covid 19.

Politisi Perindo ini juga mengatakan pihaknya menyediakan formulir isian aspirasi, bagi masyarakat yang belum sempat menyampaikannya dalam reses tersebut.

Dalam sesi tanya jawab, Denny Sorongan warga Ranotana mengeluhkan soal banjir yang terjadi di wilayahnya, padahal sebelumnya tempat tersebut tidak pernah terjadi bencana.

“Ternyara Ranotana jadi korban kerena tumpahan air dari Karombasan dan Winangun. Salah satunya terjadi pendangkalan sungai tengker di Ranotana,” ujar Denny.

“Kami meminta untuk dilakukan pengerujan sungai Tengker dari Lingkungan 4 melewati Lingkungan 3 dan tembus ke Lingkungan 1 serta 5 di kompleks Stadion hingga Polda Sulut,” sambungya.

Baca juga:  Peluncuran Kemitraan, Bupati CEP: Kemajuan Daerah dan Kesejahteraan para Nelayan serta Warga Pesisir

Sementara itu, Yopie Wontek menuturkan kalau sebelumnya Wilayah Winangun Dua tidak pernah terdampak banjir tapi kemudian terjadi banjir yang sampai memakan korban.

“Solusinya, dibuat tanggul di Lingkungan 2 dan 3, agar air tidak tertahan dan meluap ke pemukiman warga,” terangnya.

Robert Tambuwun mengapresiasi semua aspirasi yang disampaikan masyarkat dalam reses, dan akan menyampaikannya secara resmi dalam rapat paripurna DPRD Kota Manado.

“Nantinya, kami akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melakukan pengerukan sungai-sungai yang menjadi penyebab banjir,” tandasnya.

Diketahui, reses Robert Tambuwun menerapkan protokol kesehatan. Warga yang hadir diwajibkan memakai masker, dan menjaga jarak.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *