Basmi Balap Liar, Polres Minsel Amankan 8 Unit Sepeda Motor di Tumpaan

  • Whatsapp
Polres Minsel bersama babuk roda dua ketika digelar operasi balap liar

indoBRITA, Amurang – Personel gabungan piket Polres Minahasa Selatan melaksanakan KRYD (Kegiatan rutin yang ditingkatkan) di Jalan Trans Sulawesi, Pusat Kota Amurang dan Tumpaan, Rabu  (21/04/2021).

KRYD yang dipimpin piket Perwira Pengawas (Pawas) Iptu Robby Tangkere, melibatkan puluhan personel gabungan satuan, fungsi serta anggota Polsek Tumpaan; dengan sasaran miras, sajam, narkoba, premanisme, kendaraan knalpot bising, balap liar serta pendisiplinan Protokol Kesehatan.

Bacaan Lainnya

Pada pelaksanaan KRYD ini, personel gabungan Polres Minsel merespon cepat informasi masyarakat tentang adanya aksi balap liar di ruas Jalan Trans Sulawesi Tumpaan – Matani.

Baca juga:  Cikal Bakal KONI Minsel 2012, Maramis Undang Sekum Prof Rogi

“Kami langsung menuju lokasi yang diduga akan dijadikan arena balap liar. Saat melintas di area SPBU Tumpaan, kami memantau belasan anak muda bersama sepeda motor yang bersiap melakukan balap liar. Saat kami dekati, mereka langsung melarikan diri, sebagian sepeda motor tertinggal di TKP,” terang Iptu Robby Tangkere.

Polisi pun langsung mengamankan sepeda motor berbagai merk yang tertinggal, dibawa ke Polres Minsel untuk proses identifikasi dan penilangan. “Total ada 8 (delapan) unit sepeda motor menggunakan knalpot bising yang kami amankan. Sepeda motor tersebut diduga kuat akan dipakai dalam aksi balap liar,” ucap Iptu Tangkere.

Baca juga:  Pesan Kapolri ke-700 Capaja: Sinergitas TNI-Polri Harga Mati Wujudkan Indonesia Maju

Sementara itu, Kapolres Minsel AKBP S. Norman Sitindaon, SIK; yang ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (22/04/2021), menyayangkan masih adanya perilaku tidak terpuji bahkan membahayakan keselamatan dan merusak masa depan para generasi muda ini.

“Balap liar ini, selain meresahkan masyarakat juga mengganggu ketertiban umum. Anak-anak muda tidak menyadari bahwa balap liar dapat merusak masa depan, mengancam keselamatan jiwa raga, resikonya luka berat bahkan kematian. Olehnya para orang tua, pemerintah desa, kelurahan, tokoh agama diajak untuk sama-sama mendidik anak-anak kita ini agar tidak terjerumus pada aksi-aksi yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga.” imbau Kapolres. (*/ape)

 

Pos terkait