Putusan PN Bitung Soal Hak Asuh Anak Disorot

  • Whatsapp
Pengadilan Negeri Bitung.(Foto : Indonesia Blitz.com)

indoBRITA, Bitung- Sidang gugatan cerai yang diajukan oleh EK seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Aertembaga kepada bekas suaminya TR seorang oknum jaksa di Kejati Sulut yang sudah diputus di Pengadilan Negeri (PN) Bitung pada Senin (3/5/2021) lalu menyisakan kekecewaan bagi EK.

Pasalnya, kendati gugatan cerainya dikabulkan oleh majelis hakim yang diketuai Paula Roringpandey namun hak asuh anak semata wayangnya justru jatuh ke tangan mantan suami yang notabene tidak tinggal dengan anaknya.

Bacaan Lainnya

Ditemui di depan kantor PN Bitung, Selasa (4/5/2021) EK menuturkan, gugatan cerai dirinya diajukan pada tanggal 20 januari 2021 karena bekas suaminya TR tidak lagi menafkahi dirinya dan anak selama lebih dari 3 bulan bahkan tega menuduhnya melakukan selingkuh yang tidak bisa dibuktikan.

Baca juga:  Dibuka Walikota Bitung, 20 Siswa SD Ikut Pelatihan Sekolah Hutan

“Bekas suami tidak menafkahi kami berdua, selama tiga bulan lebih kemudian menuduh saya selingkuh padahal tuduhan itu saya menduga hanya sebagai alasan saja, namun yang menyakitkan bagi saya adalah putusan hakim di PN Bitung yang menyatakan hak asuh anak justru jatuh ke tangan mantan suami. padahal selama ini, anak saya hidup bersama saya bahkan tidak alasan kuat yang menyatakan bahwa anak itu harus diasuh oleh ayahnya mengingat anak ini masih berumur 6 tahun,” ujar EK dengan nada sedikit tinggi.

Tak cuma itu, EK juga mempertanyakan pertimbangan hakim untuk memutus perkara ini. “Selama tidak dinafkahi saya masih sanggup menghidupi kami berdua bahkan bisa dikatakan lebih dari cukup, lantas apa alasan hak asuh sampai jatuh ke tangan mantan saya?” cecar EK.

Baca juga:  Wujud Kepedulian, Kapolda Sulut Serahkan Bantuan Obat dan APD bagi Personel

Oleh karena putusan hakim yang dirasa janggal ini, EK juga menyatakan hendak mengadu ke Komisi Yudisial.

“Saya berencana hendak mengadu ke KY karena putusan ini janggal,” tambahnya.

Terpisah, Humas PN Bitung  Rio L.P Mamontoh yang dikonfirmasi mengaku soal putusan hakim dirinya tidak bisa mengomentari, hanya saja menurut dia, kalau mengenai putusan puas atau tidak puas itu pasti ada dalam perkara.

Rio juga yakin bahwa putusan itu merupakan putusan yang diambil berdasarkan pertimbangan majelis hakim yang dituangkan dalam putusan.

“Dan mengenai ketidakpuasan itu nanti ada upaya hukum selanjutnya yaitu banding, Kasasi ataupun Peninjauan Kembali atau PK,” tutupnya.(yet)

Pos terkait