Menu

Pemkot Tomohon Tingkatkan Percepatan Pelayanan Pemulihan Ekonomi

  Dibaca : 52 kali
Pemkot Tomohon Tingkatkan Percepatan Pelayanan Pemulihan Ekonomi
Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut (tengah) dalam acara sosialisasi Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Berbasis Resiko (foto:ist)

indoBRITA, Tomohon – Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon menggelar Sosialisasi Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) atau Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Berbasis Resiko, Selasa (25/5/2021) berlangsung di Grand Master Resort Tomohon.

Dalam kesempatan ini Wali Kota Tomohon Caroll JA Senduk dalam sambutannya yang sampaikan Wakil Wali Kota Wenny Lumentut bahwa sosialisasi perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik berbasis resiko merupakan upaya Pemkot Tomohon untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka percepatan pemulihan perekonomian dimasa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Pemerintah pusat di tahun 2021 ini fokus pada upaya pemulihan ekonomi nasional dengan menetapkan 3 faktor kunci keberhasilan yaitu konsumsi, investasi, dan ekspor,” beber Wakil Walikota.

Diketahui kegiatan ini dilaksanakan untuk merespon kebijakan pemerintah pusat tersebut yang telah mengeluarkan Undang-undang Omnibus Law atau UU Cipta Kerja sebagai respon untuk meningkatkan investasi, yang merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan pemulihan ekonomi nasional, dimana Undang-undang Omnibus Law ini telah memangkas berbagai hambatan dalam pengurusan perizinan berusaha baik di tingkat pusat maupun pemerintah daerah sehingga pelayanan pemerintah akan lebih efesien, mudah dan pasti.

Baca juga:  Wisata Rohani J-Man Pas Siap Digelar

“Dengan demikian pelaku usaha akan mendapatkan manfaat seperti kemudahan dan kepastian hukum dalam berusaha,” ujarnya.

Lanjut katanya, perizinan berusaha yang dilakukan oleh Pemkot Tomohon akan dilakukan mengikuti ketentuan yang baru berbasis resiko atau Risk Based Approach, yang membagi perizinan berdasarkan tingkat resiko dan peringkat skala usaha yang terdiri dari Resiko rendah; Resiko menengah; dan Resiko tinggi; dengan persyaratan dasar perizinan berupa kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR), Persetujuan lingkungan, serta persetujuan bangunan gedung (PBG) dan sertifikat laik fungsi (SLF), yang kesemuanya ini bertujuan meningkatkan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha.

Baca juga:  Wawali SAS Apresiasi Pangdam di Serah Terima Pasukan Kodam XIII/Merdeka

Wawali Weny berharap sosialisasi ini dapat diikuti dengan sebaik-baiknya, sehingga memberi manfaat besar bagi para pelaku usaha dalam memperoleh informasi terkait aturan-aturan yang berlaku dalam rangka mendapatkan perizinan yang diperlukan, sehingga perekonomian di Kota Tomohon bisa segera bangkit dari kelesuan akibat pandemi berkepanjangan untuk Tomohon Hebat, Tomohon Maju, berdaya saing dan sejahtera.

“Kiranya kita senantiasa tetap berada dalam penyertaan tuhan, tetap jaga kesehatan, patuhi himbauan pemerintah tentang 5M yaitu yaitu dengan : Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, serta Membatasi Mobilitas,” tambanya.

Hadir Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tomohon Ervinz Liuw, MSi, Kabid Perijinan dan Non Perijinan DPMPTSP Provinsi Sulut, para pelaku Usaha di Kota Tomohon serta hadirin dan undangan. (Slf)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional